Dianggap Tebang Pilih, Penertiban PKL Di Area Alun-alun Blitar Diprotes

ADAKITANEWS, Kota Blitar – Satpol PP Kota Blitar telah melakukan penertiban terhadap para Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berada di Jalan Semeru atau sebelah barat Alun-alun Kota Blitar. Penertiban ini langsung mendapatkan protes dari PKL setempat karena dianggap tebang pilih.

Salah satu PKL di Jalan Semeru Kota Blitar, Nur Kholis, 65, warga Lingkungan Dawuhan Kelurahan Kauman Kecamatan Kepanjenkidul Kota Blitar menganggap Satpol PP tebang pilih dalam menertibkan PKL di kawasan itu.

Menurutnya, penertibkan hanya dilakukan terhadap para PKL yang berada di Jalan Semeru atau sebelah barat alun-alun. Sedangkan PKL yang berada di Jalan Semeru sebelah utara alun-alun tidak ditertibkan.

“Saya tidak masalah ditertibkan, tapi ya harus semuanya. Masak yang sebelah barat ditertibkan tapi yang tepat di utara alun-alun tidak. Padahal masih satu jalan,” katanya, Rabu (05/12).

Proses penertiban PKL di Jalan Semeru sebelah barat alun-alun seperti dipaksakan. Nur Kholis menyampaikan, Satpol PP juga sempat mengundang para PKL datang ke kantor untuk membahas masalah penertiban sekitar tiga minggu lalu. Seminggu berikutnya, Satpol PP juga sudah memberikan surat peringatan pertama.

Anehnya, kata Nur Kholis, belum genap seminggu Satpol PP sudah memberikan surat peringatan kedua dan ketiga untuk para PKL. Setelah ada surat peringatan ketiga itu, Satpol PP mengangkut barang-barang milik pedagang yang masih berjualan di lokasi.

“Termasuk tenda dan meja tempat jualan milik saya ikut diangkut. Sekarang saya belum bisa jualan lagi, tenda dan mejanya belum saya ambil,” ujarnya.

Kholis menambahkan, penertiban yang dilakukan Satpol PP baru kali ini. Padahal, ia mengaku sudah berjualan di lokasi sejak 15 tahun lalu. Dan selama itu, para PKL tidak ada masalah berjualan di lokasi.

Sementara itu, Plt Kepala Satpol PP Kota Blitar, Juari mengatakan, pihaknya memang sedang menertibkan PKL di Jalan Semeru atau di sebelah barat alun-alun. Menurutnya, Jalan Semeru sebelah barat alun-alun merupakan kawasan steril PKL.

Sebelum melakukan penertiban, pihaknya sudah memberikan sosialisasi ke para PKL. Satpol PP juga sudah mengirimkan surat peringatan sebanyak tiga kali ke para pedagang.

“Jalan Semeru yang sebelah barat alun-alun memang tidak boleh untuk PKL. Tapi, kalau jalan yang di utara dan timur alun-alun masih diperbolehkan untuk PKL,” ujarnya.(fat/wir)

Keterangan gambar: Suasana di Jalan Semeru sebelah barat.(foto : fathan)

Related posts

Leave a Comment