Demo Tolak UU MD3 Ricuh

ADAKITANEWS, Blitar – Undang-undang nomor 17 tahun 2014 tentang MPR, DPR, DPD dan DPRD (MD3) yang direvisi dan ditetapkan MPR RI, hingga saat ini masih menimbulkan penolakan dari berbagai daerah.

Seperti hari ini, Senin (05/03), di Kabupaten Blitar puluhan mahasiswa dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) cabang Blitar menggeruduk kantor DPRD Kabupaten Blitar untuk menolak pengesahan undang-undang tersebut.

Pantauan di lapangan, aksi unjuk rasa itu sempat diwarnai kericuhan. Setelah menyampaikan orasinya, puluhan massa yang merasa kecewa akibat tak kunjung ditemui perwakilan DPRD berusaha memasuki gedung dewan.

Namun aksi mereka terhalang barikade polisi, sehingga terjadi aksi saling dorong. Bahkan, beberapa mahasiswa sempat ditarik paksa oleh petugas untuk menjauh agar kericuhan tak semakin menjadi. Kericuhan pun baru berhenti setelah korlap aksi menenangkan massa.

Setelah massa kondusif, petugas baru mempersilakan mahasiswa masuk ke gedung dewan untuk menyampaikan aspirasinya kepada wakil rakyat dengan beberapa persyaratan. Diantaranya petugas membatasi jumlah massa yang akan menyampaikan pendapat.

Korlap aksi, Saiffudin mengatakan, pihaknya secara tegas menolak pasal-pasal yang bertentangan dengan nilai-nilai demokrasi dalam revisi UU MD3. Para mahasiswa menganggap, pengesahan UU MD3 hanya akan membuat DPR kebal hukum.

Setelah diterima anggota dewan, massa menyampaikan sejumlah tuntutan. Selain tegas menolak pengesahan UU MD3, massa juga meminta agar DPRD Kabupaten Blitar mendukung aksi mereka, serta mendesak Presiden RI untuk segera mengeluarkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perppu), pengganti UU MD3.

“Kami meminta DPRD mendukung langkah kami. Kami juga mendesak kepada Presiden agar tidak menandatangani revisi UU MD3,” jelas Saiffudin.

Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Blitar, Suwito Saren Satoto mengatakan, DPRD Kabupaten Blitar tidak dalam kapasitas menolak atau menerima revisi UU MD3 tersebut. Namun, sebagai wakil rakyat pihaknya hanya bisa menampung aspirasi massa.

“Kami menampung aspirasi mahasiswa, untuk selanjutnya akan kami sampaikan pada pihak berwenang,” ungkap Suwito Saren Satoto.(fat/wir)

Keterangan gambar: Suasana demo PMII di gedung DPRD Kabupaten Blitar.(foto : fathan)

Related posts

Leave a Comment