Debit Air Tinggi, Perahu Penyeberangan Sungai Diminta Ditutup Sementara

ADAKITANEWS, Blitar – Curah hujan yang tinggi beberapa hari terakhir menjadikan debit air kali brantas di Kabupaten Blitar tinggi. Pemerintah Kabupaten Blitar pun meminta pemilik jasa penyeberangan sungai yang menggunakan perahu apung atau tambangan ditutup sementara.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Blitar, Toha Mashuri usai melakukan cek lokasi penyeberangan tambangan di Kecamatan Srengat, Jumat (08/03) pagi. Menurutnya, imbauan penutupan sementara ini dikeluarkan karena pemerintah tidak ingin kejadian mobil masuk sungai kembali terjadi.

“Kalau debit sedang tinggi, kita minta pemilik penyeberangan untuk menutup sementara. Tadi kami cek dan dari hasil dokumentasi kami, aliran deras dan dermaganya juga tenggelam,” kata Toha Mashuri.

Toha menuturkan, jika air naik pasti airnya keruh, dan ini akan menyulitkan warga maupun penyeberang. Sehingga antisipasi kejadian kecelakaan di sungai harus dilakukan sejak dini. “Saat air deras dan keruh, warga yang akan menyeberang biasanya bingung nanti mana yang mau dipijak. Kalau salah langkah bagaimana, kan fatal,” ungkap Toha.

Menurut Toha, potensi kecelakaan penyeberangan sangat tinggi terutama jika debit sungai mulai deras dan meninggi. Hal ini karena tingkat pengamanan penyeberangan yang disediakan cenderung minim.

“Masyarakat pun kami minta untuk tidak memaksakan penyeberang. Karena warga dan penyeberang sama sebenarnya. Pemilik kapal kasihan ada warga ingin menyeberang sementara masyarakat juga ngotot. Makanya kami minta untuk tidak memaksa,” imbuh Toha.

Berdasarkan data yang dimiliki Dinas Perhubungan, perahu penyeberangan sungai di Kabupaten Blitar ada 16 titik. Jumlah itu hampir terpusat di Kecamatan Srengat dan Wonodadi. Ini karena penyeberangan sungai dipakai masyarakat Kabupaten Blitar untuk menyebrang dari dan menuju Tulungagung.(fat/wir)

Keterangan gambar: Kondisi salah satu penyeberangan sungai saat dicek Dishub.(ist)

Related posts

Leave a Comment