Dapat Kiriman Tabloid Indonesia Barokah, Dua Takmir Masjid di Nganjuk Datangi Bawaslu

ADAKITANEWS, Nganjuk – Tabloid Indonesia Barokah diketahui juga beredar di masjid-masjid di wilayah Nganjuk. Lantaran dianggap meresahkan masyarakat, dua orang takmir masjid di Kabupaten Nganjuk pun mendatangi Kantor Bawaslu Nganjuk, untuk melaporkan adanya kiriman tabloid tersebut ke masjidnya, Senin(28/01).

Karyanto, Sekretaris Takmir Masjid Al-Masyeh di Jalan Serayu Kelurahan Begadung Kecamatan/Kabupaten Nganjuk menjelaskan, kedatangannya ke Kantor Bawaslu Nganjuk adalah untuk memberitahukan bahwa mereka mendapatkan kiriman tabloid Indonesia Barokah sebanyak 3 eksemplar.

Menurutnya, isi dalam pemberitaan tablodi Indonesia Barokah tersebut dinilai tidak sesuai dengan kenyataan dan fakta. “Saya mengharapkan mendapatkan kiriman seperti Alquran dan Hadist atau buku-buku lainya. Akan tetapi janganlah dikirimi seperti tabloid Indonesia Barokah. Sehingga kemungkinan bisa meresahkan masyarakat atau pro kontra antar jamaah Masjid Al Masyeh yang saya tempati,” pintanya.

Sementara itu Ketua Bawaslu Nganjuk, Abdul Azis yang saat itu didampingi Komisioner Divisi Penindakan dan Pelanggaran Bawaslu Kabupaten Nganjuk Nganjuk, Fina Lutfiana Rahmawati mengungkapkan, pihaknya mengamankan sekitar seribu eksemplar tabloid Indonesia Barokah. Selanjutnya, Bawaslu Nganjuk juga akan memproses laporan takmir masjid terkait peredaran tabloid tersebut.

“Total tabloid Indonesia Barokah yang sudah berada di Nganjuk sekitar seribu eksemplar. Sementara yang diamankan Bawaslu Nganjuk, sebanyak 300 eksemplar dari sejumlah masjid dan pondok pesantren yang menerima kiriman melalui Kantor Pos,” bebernya.

Dijelaskan, seribu lebih eksemplar tabloid Indonesia Barokah tersebut sudah beserdar di sebanyak 20 wilayah kecamatan yang ada di Kabupaten Nganjuk. Sebagian, juga masih ada yang berada di Kantor Pos Cabang Nganjuk.

Bawaslu mengetahui peredaran Tabloid Indonesia tersebut setelah mendapat laporan dari salah seorang takmir masjid. “Selanjutnya, kami melakukan koordinasi dengan pihak Kantor Pos. Selain itu juga menelusuri tabloid tersebut ke masjid-masjid,” ujarnya.

Abdul Azis menambahkan, pihaknya mengamankan tabloid Indonesia Barokah karena dinilai meresahkan masyarakat. “Sebab peredaran tabloid Indonesia Barokah juga secara massif, meskipun penerima tidak memesan sebelumnya,“ pungkasnya.(ng1)

Keterangan gambar: Dua orang Takmir Masjid saat mendatangi Bawaslu Nganjuk.(foto: suprapto)

Related posts

Leave a Comment