Cuaca Panas, Produsen Ebi Dapat Berkah

ADAKITANEWS, Tulungagung – Kondisi cuaca yang panas seperti saat ini merupakan berkah bagi produsen ebi atau udang kering di Dusun Tumpuk Desa/Kecamatan Besuki Kabupaten Tulungagung. Ditambah lagi, pasokan udang lipan (udang kecil) dari nelayan pantai Popoh juga melimpah.

Fatimah, salah seorang produsen ebi mengatakan, tangkapan udang kecil tersebut saat ini memang melimpah. Mereka sengaja melakukan pengeringan agar bisa disimpan dalam jangka waktu lama dan meningkatkan harga jual di pasaran.

“Kalau sudah dikeringkan menjadi ebi, harganya lebih mahal. Selain itu jika disimpan akan lebih tahan lama,” ujar Fatimah, Kamis (22/09).

Lanjutnya, harga udang kering atau ebi di pasaran saat ini masih di kisaran Rp 35 hingga 40 ribu per kilogram. Harga ini cenderung stabil selama beberapa bulan terakhir. Dibanding periode yang sama pada tahun lalu, akibat kondisi cuaca hujan membuat pasokan udang kecil turun.

Selain itu proses pengeringannya memerlukan waktu lebih lama, sehingga membuat harga ebi hingga tembus antara Rp 50 sampai 60 ribu per kilogram. “Meski harga ebi fluktuasi, tergantung pasokan, namun masih masih untung. Paling naik turunnya harga tiap kilonya berkisar lima ribu rupiah saja. Harganya pernah sampai Rp 30 ribu per kilogram, tapi tetap untung, jika dibandingkan dengan produk ikan asin lainnya,” kata Fatimah.

Saat ini, kata Fatimah, pasokan udang kecil dari nelayan pantai Popoh juga melimpah, sehingga bisa berproduksi setiap hari. Dengan cuaca yang panas seperti ini, dalam waktu 5 – 6 jam ebi sudah kering. Lain lagi jika saat musim penghujan bisa memakan waktu hingga 2 hari untuk pengeringannya, itupun hasilnya bukan kualitas super.

Sehari, Fatimah bisa menerima kiriman mencapai 40 keranjang, atau 2,8 ton dalam kondisi basah. Jika sudah menjadi ebi, beratnya akan menyusut hingga tinggal menjadi 1 ton saja. Jumlah ini dua kali lipat dibanding saat penghujan seperti tahun lalu yang rata-rata hanya mendapat pasokan 5-20 keranjang. Selain untuk memenuhi kebutuhan wilayah Tulungagung, ebi hasil olahan Fatimah ini juga dikirim ke kota sekitarnya.

Sekadar diketahui, kondisi cuaca di laut saat ini masih terbilang bersahabat sehingga para nelayan masih bisa pergi melaut. Beberapa hasil tangkapan nelayan setempat yang dikeringkan diantaranya ikan layur kering yang dihargai Rp18 ribu per kilogram. Ikan bronjong kering Rp15 ribu per kilogram. Dan yang paling murah adalah ikan teri, harganya antara Rp10 ribu hingga Rp12 ribu per kilogram.(ta1)

Keterangan gambar : Proses pengeringan udang lipan menjadi ebi.(foto : acta cahyono)

Related posts

Leave a Comment