BPBD: Ratusan Desa di Jatim Berpotensi Alami Kekeringan

ADAKITANEWS, Tulungagung – Sebanyak 422 desa di Provinsi Jawa Timur berpotensi mengalami kekeringan. Bahkan sampai dengan bulan September 2017 ini, 169 desa juga diketahui telah terdampak kekeringan.

Hal tersebut disampaikan Sudarmawan, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur usai menghadiri acara lomba desa tangguh bencana tsunami di pantai sidem Desa Besole Kecamatan Besuki Tulungagung, Kamis (14/09). “Berdasarkan data yang dimiliki BPBD Jatim hingga per 13 September, sudah ada 169 desa telah terdampak kekeringan,” kata Sudarmawan.

Lanjut Sudarmawan, berdasarkan ramalan BMKG, bulan September 2017 ini merupakan puncak musim kemarau. Sedangkan kemarau diperkirakan masih akan terjadi hingga bulan Oktober 2017 mendatang.

Pada bulan tersebut sebagian wilayah Jatim, khususnya bagian Selatan diperkirakan akan mulai memasuki musim penghujan. “Musim kemarau yang terjadi tahun ini tidak akan berlangsung lama, ini berdasarkan prakiraan dari BMKG, bulan depan sudah akan terjadi hujan, terutama kawasan Selatan, dengan curah hujan antara 0 hingga 400 milimeter. Namun kondisi hujan secara merata baru akan terjadi bulan November,” tambah Sudarmawan.

Soal penanganan krisis air bersih di desa yang terdampak kekeringan, Sudarmawan menyatakan , dalam jangka pendek pihaknya akan melakukan droping air bersih. Sedangkan sebagai solusi jangka menengah dan jangka panjang BPBD Jatim melakukan koordinasi lintas pemerintahan baik dengan pemerintah daerah, maupun pemerintah pusat, untuk mengembangkan pembangunan sumur bor, embung mebran maupun embung konvensional di daerah-daerah yang rawan mengalami kekeringan.(ta1)

Keterangan gambar : Warga di Desa Mlijon Kecamatan Suruh Kabupaten Trenggalek sedang menunggu droping air bersih, Rabu (13/09) lalu.(ist)

Related posts

Leave a Comment