Berkah Bulan Ramadan, Bapak Penjual Mainan dan Dua Anaknya

ADAKITANEWS, Sidoarjo – Bagi umat muslim, ramadan merupakan bulan yang penuh dengan berbagai kenikmatan. Tak hanya pahala dan amalan yang selalu dilipat gandakan, ramadan juga mengandung banyak berkah.

=========

Sore itu, di salah satu sudut kawasan Alun-alun Sidoarjo, tampak seorang laki-laki bertubuh kekar sedang asyik bercengkerama bersama dua anak kecil. Mereka adalah Yadi, 50, yang tengah serius menjajakan barang dagangannya, ditemani dua anak lelakinya yakni Santoso, 11, dan Aji, 9.

Sambil duduk lesehan beralaskan terpal berukuran sekitar satu meter persegi di atas rerumputan alun-alun, tampak berjejer di depan mereka, beberapa jenis mainan anak-anak. “Ini anak saya yang terakhir, namanya Aji umur 9 tahun. Dia minta ikut bapaknya jualan di alun-alun Sidoarjo ini tadi,” jelas Yadi saat mengawali wawancara dengan Tim Adakitanews.com, Minggu (27/05).

Yadi yang merupakan warga asal Desa Banjarkemantren Kecamatan Buduran Kabupaten Sidoarjo itu, sengaja membiarkan kedua anaknya ikut dengannya berjualan di alun-alun lantaran tengah libur sekolah. “Kalau itu, anak saya yang ketiga, namanya Santoso, sekolah kelas lima SD. Juga saya ajak berjualan biar tidak main saja, mumpung lagi libur sekolah,” terang Yadi.

Tak berselang lama, terdengar kumandang adzan dari pengeras suara Masjid Agung Sidoarjo, yang berada di sisi barat alun-alun. Meski tanda waktu berbuka puasa telah tiba, Yadi masih terlihat sibuk menyiapkan dagangannya, sambil sesekali meneguk minuman untuk melepas dahaga setelah seharian berpuasa.‎

Setelah persiapan lapak mereka selesai, Yadi dan kedua putranya kemudian melanjutkan untuk menyantap hidangan berbuka puasa seadanya, yang dibelinya di salah satu warung di dekat lokasi itu. “Memburu waktu agar tidak kemalaman, saya tidak buka puasa di rumah. Anak-anak saya yang ikut, saya belikan makan di luar hari ini tadi. Biasanya tapi membawa bekal dari rumah,” terang Yadi, disela melayani pembeli.‎

Yadi mengaku telah cukup lama menggeluti usaha mainan anak-anak tersebut. Beberapa mainan yang ia jual diantaranya seperti baling-baling udara, gelembung sabun, hingga model pesawat mini yang terbuat dari gabus.‎

“Baling-baling yang pakai lampu harganya Rp 20 ribu. Pesawat gabus kalau dipasang lampu harganya Rp 20 ribu. Gelembung sabun harganya Rp 10 ribu, namun berbeda dengan tongkat gelembung yang berlubang banyak, harganya Rp 15 ribu,” jelasnya.

Bagi Yadi, Ramadan memiliki arti tersendiri dalam mencari rezeki. Salah satunya ketika ia dituntut lebih mensyukuri pendapatan yang ia peroleh, meski terkadang harus pulang dengan tangan kosong lantaran terkendala hujan. “Namanya bekerja, ya harus disyukuri saja mas berapapun dapatnya,” terangnya lagi.‎

Dalam kesehariannya, Yani mengaku kerap berjualan di Pasar kaget. Baik disaat ada hiburan, maupun ketika ada hajatan di salah satu lokasi. ‎”Siangnya saya membuat dan merakit di rumah bersama istri. Malamnya jualan,” tukasnya.

Mengajak anak-anaknya untuk berjualan juga membawa pengaruh positif. Kata Yadi, hal itu memberikan pengertian terhadap anaknya, bagaimana seorang bapak bekerja keras untuk mencari nafkah. ‎”Santoso merupakan anak ketiga, dan Aji adalah anak bungsu dari empat bersaudara,” ungkapnya.‎

Tak hanya senang ikut berjualan dengan bapaknya, Aji, anak bungsu Yadi juga tampak bisa memperbaiki atau merakit mainan yang mereka jual. Bahkan sesekali, ketika ada pelanggan anak-anak yang membeli mainan dan belum mengerti cara memainkannya, dengan senang hati Aji mengajarinya.

“Anak saya meang saya ajarkan mandiri. Kayak gini ini ikut jualan, nanti saya kasih uang. Meskipun anak-anak tidak mau menerima, tapi tetap saya kasih buat uang jajannya,” terang Yadi.

Yadi berharap, bulan Ramadan tahun ini benar-benar menjadi berkah bagi dirinya bersama keluarganya. Tak hanya berupa materi, mengajarkan anak-anaknya untuk mengenal kemandirian dan kesabaran juga diharapkan bisa menjadi bekal mereka menjalani kehidupan.

“Kita pulang kalau acara Kampung Ramadan ini sudah tutup. Untuk berapa dapatnya, laku berapanya, hari ini alhamdulillah lumayan. Bisa buat nanti membeli seragam sekolah anak-anak yang baru,” ujarnya sebari melempar senyum.(sid3)

Keterangan gambar : Yadi dan Aji saat melayani pembeli.(foto : andri santoso)

Related posts

Leave a Comment