Belum Ada Larangan Bercadar bagi Mahasiswi di IAIN Tulungagung

ADAKITANEWS, Tulungagung – Adanya larangan mahasiswi menggunakan cadar di Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta, menuai pro dan kontra. Menyikapi kebijakan ini, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Tulungagung, lebih memilih berhati-hati dalam menanggapi dan menindaklanjuti terkait polemik tersebut dengan melakukan tindakan preventif.

“Kami tidak serta merta mengikuti jejak UIN Yogyakarta tersebut, mengingat ada beberapa pertimbangan harus kami kemukakan. Karena ini juga menyangkut masalah hak asasi setiap muslimah dalam semangat keberagamaan,” kata Wakil Rektor 3 Kemahasiswaan, IAIN Tulungagung, Abad Badruzzaman, Kamis (08/03).

Abad Badruzzaman mengakui bahwa di lingkungan mahasiswinya ada beberapa yang menggunakan cadar, namun mereka bukan mahasiswi yang asli Indonesia.

“Pantauan kami hanya dua atau tiga mahasiswi yang bercadar. Akan tetapi itu merupakan mahasiswi internasional yang dari asal negara tetangga yakni Thailand selatan,” papar Abad Badruzzaman.

Dikatakan Abad, dari data yang didapatkan, sebagian besar mahasiswi yang bercadar merupakan mahasiswi asal Thailand selatan atau yang lebih sering disebut dengan muslim etnis Fatani. Di IAIN Tulungagung sendiri, ada sekitar 170 mahasiswa yang berasal dari etnis Fatani. Etnis ini merupakan rumpun melayu yang berada di daratan Thailand selatan. Mereka mayoritas penduduknya merupakan muslim dengan berbudaya jilbab lebar hingga menggunakan cadar dalam kesehariannya.(bac)

Keterangan gambar : Mahasiswa IAIN Tulungagung dalam suatu kegiatan.(ist)

Related posts

Leave a Comment