Belajar Meracik Bius dari Youtube, Pemuda asal Tulungagung Rampok Taksi Online

ADAKITANEWS, Tulungagung – DRS, 22, warga Desa/Kecamatan Kauman Kabupaten Tulungagung, diringkus Satreskrim Polres Tulungagung lantaran aksinya merampok pengemudi taksi online.

Kapolres Tulungagung, AKBP Tofik Sukendar menjelaskan, dalam melakukan aksinya, korban terlebih dahulu dilumpuhkan dengan obat bius yang dibuat sendiri oleh pelaku. Peristiwa yang menimpa Nono Araldianto, 41, sopir taksi online tersebut, terjadi usai korban mendapat order lewat aplikasi dari pelaku pada Jumat (15/02) sekitar pukul 04.00 WIB.

Korban diminta mengantar pelaku di dua tujuan yakni ke Dusun Sedayu Desa Bungur Kecamatan Karangrejo, dan Stasiun Tulungagung. “Pelaku order untuk dua lokasi. Ke Desa Bungur dan Stasiun kereta api Tulungagung,” kata AKBP Tofik Sukendar, Rabu (20/02).

Korban yang tidak menaruh curiga, langsung bergegas menjemput pelaku menggunakan mobil Honda Brio nopol AG 1757 SS di sekitar Pasar Kliwon Kecamatan Kauman.

Lanjut Kapolres, sesampainya di area persawahan Desa Bungur, pelaku yang duduk di bangku belakang mobil tiba-tiba menjerat leher korban dengan menggunakan seutas tali. Lalu mulut korban dibekap dengan menggunakan handuk yang sebelumnya diberi obat bius.

“Korban pingsan, dan baru tersadar sekitar pukul 07.00 WIB, di wilayah Blitar. Saat itu kondisi korban dengan tangan terikat, mulut dan mata dilakban,” ungkap AKBP Tofik Sukendar.

Saat korban sadar, korban berupaya meyakinkan pelaku, bahwa perbuatan pelaku akan segera diketahui polisi. Ternyata pelaku keder, hingga mengurungkan niatnya untuk menguasai mobil korban. “Akhirnya pelaku hanya mengambil ponsel dan dompet korban. Sedangkan korban bersama mobilnya ditinggalkan di wilayah Blitar,” jelas Kapolres.

Polisi pun langsung berkoordinasi dengan operator untuk mencari informasi identitas pelaku yang memesan jasa Nono. DRS akhirnya berhasil dibekuk polisi pada Minggu (17/02) dinihari, saat berada di sebuah warung kopi di daerah Kauman Tulungagung.

Dalam pengakuannya kepada polisi, pelaku berbuat nekat merampok dengan alasan terdesak kebutuhan untuk menikah. Sedangkan obat bius yang dipergunakan untuk melumpuhkan korban merupakan racikannya sendiri yang dipelajari dari youtube.

Selain mengamankan pelaku, polisi juga mengamankan sejumlah uang dan ponsel. “Pelaku kita kenakan pasal 365 KUHP dengan ancaman 9 tahun penjara,” pungkas AKBP Tofik.(bac)

Keterangan gambar : Pelaku dan barang bukti saat diamankan di Mapolres Tulungagung.(foto : acta cahyono)

Related posts

Leave a Comment