Bayi Umur Enam Bulan Derita Gizi Buruk

ADAKITANEWS, Kota Madiun – Nasib kurang beruntung menimpa seorang bayi perempuan di Kota Madiun. Akibat kekurangan gizi dan diare berkepanjangan, bayi berusia sekitar 6,5 bulan tersebut, kini hanya bisa tergolek lemas dengan selang infus menancap di tangannya.

Bayi tersebut bernama Nafiza Rizki Rosidah, anak kesepuluh dari Sri Lestari, warga Jalan Gajah Mada Kecamatan Maguharjo Kota Madiun, yang kini dirawat intensif di Rumah Sakit Daerah Sogaten Madiun.

Menurut dr Dwi Indah Cahyani Spa, dokter spesialis anak yang memeriksa kondisi pasien, saat masuk UGD pada Senin (25/09) malam kondisi Nafisa sudah dalam kondisi diare serta mengalami dehidrasi atau kekurangan cairan. Ia menyatakan jika kondisi Nafisa juga mengalami gizi buruk. Meski tidak ada riwayat pencatatan kondisi gizi, namun berdasarkan pengakuan orang tua, bayi tersebut ternyata juga diberi minum air putih ataupun teh.

“Bayi sangat kekurangan nutrisi. Seharusnya dengan usia seperti itu anak tersebut seharusnya hanya memperoleh asi eksklusif, bukan air putih ataupun teh, ” tegas dr Yani.

Nafiza Riski Rosidah sendiri saat ini diketahui hanya memiliki bobot 5 kilogram. dr Yani menambahkan, jika kondisi gizi buruk yang dialami Nafisa bisa memperparah sakitnya.

Dijelaskan dr Yani, gizi buruk yang dialami bayi tersebut bisa terjadi akibat asupan nutrisi yang sangat kurang. Hal ini bisa terjadi karena faktor status ekonomi yang melatar belakangi, serta tingkat pendidikan dari orang tua yang rendah.

Untuk saat ini, lanjut dokter spesialis anak tersebut, kondisi pasien sudah stabil. Pasien juga sudah diberi infus serta antibiotik. Dan kedepan, juga akan dilakukan tata kelola nutrisi bagi perkembangan bayi tersebut.

“Anak saya lahirnya normal, bobotnya juga normal. Waktu hamil juga biasa saja tidak ada yang aneh,” jelas Sri Lestari, ibu Nafiza.

Sri Lestari mengaku jika anak kesepuluhnya ini perkembangannya lambat. Berdasarkan pengakuannya, harusnya dengan usianya saat ini Nafiza sudah bisa tengkurap, tapi ini malah belum. Nafiza baru bisa tengkurap jika dibantu. Itupun tidak bisa kembali lagi.

“Nafiza kesehariannya hanya saya kasih ASI, tapi saya selingi air putih atau teh,” jawab Sri Lestari lirih, di sebelah Nafiza yang sedang tertidur di ruang rawat inap Melati, RSUD Sogaten Kota Madiun.(bud)

Keterangan gambar : Nafiza ditunggui ibunya Sri Lestari di ruang rawat inap Melati RSUD Sogaten. (bawah) dr Dwi Indah Cahyani SpA.(foto : budiyanto)

Related posts

Leave a Comment