Antrean Pengambil Tilang Membludak

ADAKITANEWS, Sidoarjo – Kantor Kejaksaan Negeri Sidoarjo dibanjiri para pelanggar lalulintas. Kedatangan ribuan orang pelanggar tersebut untuk mengantre mengambil surat tilang, Jumat (11/05).‎

Kasi Pidum (Pidana Umum) Kejari Sidoarjo, I Wayan Sumertayasa mengatakan bahwa membludaknya pelanggar lalulintas yang hadir hari ini adalah karena banyaknya jumlah pelanggar yang ditetapkan sidang oleh PN (Pengadilan Negeri) Sidoarjo.

Dijelaskan I Wayan, jumlah pelanggar yang diterima Kejari Sidoarjo setelah ditetapkan sidang oleh PN Sidoarjo tertanggal Jumat (11/05) ada sebanyak 8.500 tilangan. Dengan jumlah sebanyak itu, I Wayan mengatakan bahwa Kejari Sidoarjo tidak akan mampu melayani seluruhnya dalam sehari dan akan dilayani pada hari yang sudah ditentukan.‎

“Kita tidak bisa melayani semuanya 8.500 untuk hari ini, jadi kita atur dengan nomor antrean dengan batas maksimal untuk hari ini cuma 1.500 orang saja. Untuk yang tidak terlayani hari ini kita akan bagikan nomor antrean untuk hari Senin (14/05) hingga Kamis (17/05) nanti,” imbuhnya.‎

Wayan menambahkan, pihaknya sebenarnya sudah membuat beberapa perubahan pelayanan pengambilan tilang sebagai solusi mempercepat pelayanan. Seperti memperluas ruangan pengambilan tilang dan memperbanyak jumlah loket pelayanan. Namun dengan jumlah pelanggar yang hadir di tanggal yang sama yakni pada hari ini, sangat jauh melebihi kapasitas yang dapat dilayani oleh kejari Sidoarjo.

“Sekaranng ada enam loket pelayanan pengambilan tilang dan ruangan ber-AC. Yang belum bisa ambil untuk hari ini, kita akan bagikan nomor antrean untuk hari berikutnya yang kita buka pada hari Senin hingga Kamis minggu depan. Dan itu juga masing-masing per hari dibatasi 1.500 orang. Dan kita harapkan nanti datang sesuai hari yang ditetapkan di nomor antrean itu,” tutur I Wayan kepada Tim Adakitanews.com di Kantor Kejari Sidoarjo, Jumat (11/05).

Sementara itu, Maroba, 43, pengantre pengambil tilang asal Kabupaten Gresik mengaku, bahwa adanya penundaan tersebut dirinya mengaku merasa kecewa. Pasalnya, penundaan dilakukan tanpa adanya pemberitahuan sebelumnya.

“Kalau memang pengadilan mampunya 1.500, selebihnya kan bisa dijadwalkan di hari yang lain. Jangan disamakan hari yang sama semua seperti ini. Tapi akhirnya terlanjur izin tidak masuk kerja ambil tilang jauh-jauh tidak dapat mengabil hari ini,” keluh Maroba.

Maroba yang ditilang karena kedapatan tidak membawa kelengkapan surat kendaraan bermotor saat Ops Patuh Semeru 2018 di Jalan Raya Trosobo sepekan yang lalu itu juga mengungkapkan keluhannya. Menurutnya, jika sudah tahu jumlah kapasitas kemampuan PN hanya 1.500, kenapa pihak petugas yang menilang memberi tanggal yang sama dengan ribuan orang yang ditilang lainnnya.

“Jangan disuruh datang hari ini, tiba disini akhirnya besok disuruh kesini lagi. Kan bisa waktu itu dijadwalkan hari lainnya, gitu aja,” papar Maroba.(sid3)

Keterangan gambar : Kasi Pidum Kejari Sidoarjo I Wayan Suertayasa dan antrean pengambil tilang di Kejari Sidoarjo, Jumat (11/05) pagi.(foto: andri santoso)‎

Related posts

Leave a Comment