Antisipasi Peredaran PCC, Dinkes Tulungagung Kumpulkan Pengusaha Apotek

ADAKITANEWS, Tulungagung – Beredarnya obat Paracetamol Capein Carisoprodol (PCC) di kalangan masyarakat seperti yang terjadi di Kota Kendari dan telah memakan korban, membuat Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung melakukan langkah antisipasi dengan cara sosialisasi kepada para pengusaha apotek di Aula Dinkes setempat.

“Beredarnya obat jenis PCC ini telah membuat banyak pihak khawatir. Apalagi peredarannya merambah remaja, khususnya pelajar. Karena itu, Dinkes Tulungagung mengantisipasinya dengan melakukan koordinasi dengan para pengusaha apotek,” kata Masduki, Kepala Seksi Kefarmasian dan Perbekalan Kesehatan Dinkes Tulungagung, Selasa (19/09).

Tambah Masduki, ini merupakan upaya Dinkes bersama pihak kepolisian khususnya Satnarkoba Polres Tulungagung dalam mencegah masuknya obat PCC di wilayahnya, apalagi sasaran korbannya yakni pada anak usia dini.

Meski sampai saat ini di Tulungagung belum ditemukan jenis obat tersebut, namun pihak Dinkes mengaku akan terus melakukan sosialisasi dan monitoring.

Kasus penyalahgunaan obat PCC ini akan menjadi perhatian serius bagi semua pihak, baik itu pemerintah, pendidik di sekolah, aparat keamanan, maupun orang tua itu sendiri. Dampak dari obat PCC ini, kata Masduki, para korban mengalami gangguan mental, mengamuk, dan kejang-kejang sehabis mengonsumsi obat PCC.

“Obat ini sebenarnya telah ditarik peredarannya sejak tahun 2013, dan dinyatakan stop edar. Jadi kalau masih dijumpai beredar, dipastikan itu bersifat ilegal,” tegasnya.

Sementara itu AKP Suwancono, Kasat Narkoba Polres Tulungagung menyampaikan agar pengusaha apotek menaati peraturan yang telah ditetapkan. Utamanya dalam peredaran obat-obatan. Yakni terkait mana obat yang bisa dijual bebas, dan mana yang harus dengan resep dokter.

“Kalau terjadi pelanggaran, bisa saja sanksinya tidak hanya sanksi administrasi saja, melainkan ada sanksi pidananya, tergantung tingkat pelanggarannya. Kami mengimbau kepada masyarakat untuk berhati-hati dan tidak mengonsumsi obat kecuali atas resep dokter,“ kata AKP Suwancono.(ta1)

Keterangan gambar : Pemilik Apotek di Tulungagung Mengikuti Sosialisasi Peredaran Obat PCC.(foto : acta cahyono)

Related posts

Leave a Comment