Antisipasi Kerawanan Saat Suran Agung, Wilayah Perbatasan Madiun Bakal Disekat

ADAKITANEWS, Madiun – Personel gabungan dari TNI dan Polri melaksanakan apel gelar pasukan di lapangan Tri Brata Mapolres Madiun, Selasa (19/09). Apel tersebut, sebagai langkah konsolidasi akhir serta untuk mengetahui kesiapan aparat keamanan dan sarana pendukungnya, menjelang rangkaian kegiatan selama bulan Suro oleh dua Perguruan Silat terbesar di Kota Madiun.

Dalam sambutannya, Komandan Kodim 0803 Madiun, Letkol Inf Rahman Fikri kembali mengingatkan agar para pesilat mematuhi maklumat bersama yang telah ditandatangani oleh jajaran aparat keamanan baik TNI dan Polri, serta Ketua dari kedua Perguruan silat.

Dandim mengaku sangat yakin, jika maklumat itu dipatuhi akan dapat mencegah terjadinya hal – hal yang tidak diinginkan. Meski demikian, ia tetap berpesan kepada seluruh personel untuk waspada terkait potensi kerawanan sekecil apapun.

“Kewaspadaan wajib dikedepankan meski acara seperti ini merupakan kegiatan rutin tiap tahun. Potensi sekecil apapun wajib diwaspadai, apalagi mendekati tahun politik, dinamika di masyarakat wajib diperhatikan,” tegas Letkol Inf Rahman Fikri dalam sambutannya.

Baik TNI dan Polri, Dandim juga berpesan agar setiap anggota selalu menjalankan tugas serta kewajiban dengan niat tulus dan ikhlas, sehingga mampu menciptakan suasana aman dan kondusif. Termasuk saat melakukan tugas pengamanan, seluruh jajaran diharapkan tidak pilih kasih lantaran bisa menimbulkan rasa ketidakadilan pada salah satu pihak.

“Dalam pengaman, seyogyanya jangan berlebihan karena akan memberikan persepsi tidak baik di masyarakat seolah Madiun tidak aman tiap bulan Suro,” katanya.

Sementara itu Kapolres Madiun, AKBP I Made Agus Prasatya menyampaikan, jika giat hari ini merupakan cek kesiapan personel serta beberapa sarana pendukung lainnya. “Untuk jumlah personel kita siapkan 1.340 personel gabungan baik TNI, Polri, dinas terkait, serta Pam Swakarsa,” jelas Kapolres Madiun setelah giat apel.

Kapolres menambahkan, untuk mengurangi potensi kerawanan nantinya pihaknya juga akan ditempatkan personel pada titik-titik tertentu, termasuk wilayah perbatasan Kabupaten Madiun. Penyekatan dan razia, rencananya bakal dilakukan di pintu masuk wilayah Kabupaten Madiun seperti di perbatasan Nganjuk di Desa Nampu Kecamatan Saradan, perbatasan dengan Kabupaten Ngawi di Desa Moneng Kecamatan Pilangkenceng, perbatasan dengan Kabupaten Ponorogo di Desa Mlilir, sedangkan perbatasan dengan wilayah Kota Madiun meliputi, Desa Nglames, Desa Mojopurno, Desa Kaibon, serta Desa Jiwan.

Dikatakan, meski pada peringatan suro tahun ini tidak ada pembatasan peserta, namun perguruan silat wajib mematuhi zona waktu yang telah ditetapkan dan disepakati. Nantinya juga tidak akan ada yang diperkenankan mengendarai sepeda motor. Jika masih ada yang menggunakan sepeda motor saat masuk ke perbatasan, pengendara akan ditepikan dan dikumpulkan, serta motornya akan diangkut menggunakan kendaraan roda empat.

Sementara untuk penyediaan angkutan roda empat atau lebih, Kapolres mengaku sudah berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Madiun, dan juga sudah memerintahkan Camat serta Kepala Desa.

“Polres sudah bekerja sama dengan Pemkab Madiun, yang juga telah perintahkan Camat dan Kepala Desa agar bisa memfasilitasi masyarakat yang akan melakukan giat Suroan di wilayah Kota Madiun,” urai Kapolres.(bud)

Keterangan gambar : Kapolres Madiun, AKBP I Made Agus Prasatya beserta Komandan Kodim 0803, Letkol Inf Rahman Fikri sedang melakukan pengecekan personel dan kelengkapan lainnya.(foto : budiyanto)

Related posts

Leave a Comment