Akibat Serangan Hama, Hasil Panen Padi Turun 40 Persen

ADAKITANEWS, Tulungagung – Sejumlah petani di Kabupaten Tulungagung mengeluh atas hasil panen padi saat ini. Hal itu akibat terjadinya serangan organisme pengganggu tanaman (OPT) yang menyerang tanaman padi mereka, hingga hasil panen mengalami penurunan mencapai 40 persen.

Seperti yang dikeluhkan Marmi, salah seorang petani di Kecamatan Boyolangu. Biasanya setiap musim panen, dirinya bisa membawa pulang 9 ton gabah hasil panennya. Namun akibat serangan hama tersebut, kini hanya menghasilkan sekitar 5,4 ton saja.

“Biasanya hasil panen mencapai 9 ton, kali ini hanya panen sekitar 5,4 ton,” kata Marmi.

Dia menyampaikan, hama yang merusak tanaman padi miliknya adalah hama wereng coklat. Hama ini sudah menyerang tanaman padi miliknya pada usia 60 hari masa tanam.

“Secara rutin sudah saya semprot dengan pestisida, namun tetap saja tak banyak membantu. Akhirnya terpaksa kita panen saja dari pada tambah rugi,” ujarnya.

Keluhan yang sama juga dialami Amat, rekan petani lainnya. Meski tidak terjadi serangan hama wereng, bukan berarti hasil panennya bagus. Justru di sawah miliknya, serangan dilakukan oleh tikus dan hama burung pipit, ketika bulir-bulir padi mulai nampak.

“Yang menyerang malah tikus dan burung. Mau tidak mau kita harus mengeluarkan biaya tambahan untuk pasang jaring,” keluh Amat.

Meski pemasangan jaring tersebut tidak menjamin aman dari serangan burung, upaya tersebut hanyalah untuk meminimalisir kerusakan tanaman.

Hama burung yang menyerang tanamannya terjadi pada usia 75 hari. Dengan banyaknya serangan hama burung, tikus maupun wereng coklat. Baik Marmi dan Amat, memilih melakukan panen dini kendati usia padi belum cukup umur, untuk menghindari kerugian lebih besar.(bac)

Keterangan gambar : Petani di Tulungagung yang terpaksa panen lebih awal.(foto : acta cahyono)

Related posts

Leave a Comment