Agustusan, Harga Bambu Naik Drastis

ADAKITANEWS, Tulungagung – Memasuki bulan Agustus, pedagang bambu untuk pemasangan umbul-umbul menuai rezeki.

Seperti dinyatakan Kuswiyoto, 45, salah seorang pedagang di Pasar Bambu Kelurahan Bago Kecamatan/Kabupaten Tulungagung, yang saat ini mengaku permintaan bambu mulai ramai.

“Tanda-tanda permintaan bambu untuk pemasangan umbul-umbul sudah terasa sejak akhir Juli lalu. Hingga kini terus meningkat,” kata Kuswiyoto, Kamis (02/08).

Dia menyampaikan, dalam sehari dirinya mampu menjual sebanyak 50 batang bambu. “Kalau hari-hari biasa, paling hanya sekitar 5 sampai 10 batang yang terjual. Tapi sejak 3 hari lalu setiap hari ada 50-an yang terjual,” ujar Kuswiyoto.

Akibat banyaknya permintaan, harga bambu secara otomatis mengalami kenaikan. Jika pada hari biasa sebatang bambu dijual Rp 10.000, kini menjadi Rp 15.000 per batang.

“Keuntuntungannya lumayan lah. Perbatang bisa untung Rp 10 ribu. Kalau hari biasa keuntungnnya Rp 5 ribu perbatang,” jelas Kuswiyoto yang telah berjualan di pasar bambu sejak 20 tahun lalu.

Kuswiyoto memperkirakan, penjualan bambu tetap akan ramai hingga seminggu menjelang hari kemerdekaan.

“Biasanya seminggu menjelang perayaan kemerdekaan, permintaannya tetap banyak. Apalagi sekarang ini bersamaan dengan pelaksanaan Pemilu (Pileg dan Pilpres 2019,red), permintaannya masih tetap bagus,” prediksi Kuswiyoto.

Bambu tersebut diambil Kuswiyoto dari Desa/Kecamatan Pule, Kbupaten Trenggalek. Untuk pemasangan umbul-umbul, pembeli biasanya memilih jenis bambu apus lanang, yang bentuknya kecil. Meskipun tua, bambu jenis ini tidak bisa membesar.

Sementara itu, Fahmi Yusuf, warga Kelurahan Bago, salah seorang pembeli, yang datang memborong puluhan batang bambu menyadari kenaikan harga perbatang bambu tersebut.

“Sudah maklum, kalau harganya naik. Karena yang butuh banyak,” ungkap Fahmi Yusuf.

Fahmi, memborong puluhan bambu tersebut akan dipergunakan untuk memasang umbul-umbul di sepanjang jalan masuk kampung tempat dia tinggali.(bac)

Keterangan gambar : Pedagang bambu di Pasar Bambu Tulungagung.(foto : acta cahyono)

Related posts

Leave a Comment