8 Pegawai Puskesmas Porong Terjaring OTT, Diduga Potong Dana Jaspel

ADAKITANEWS, Sidoarjo – Sejumlah pegawai Puskesmas Kecamatan Porong Kabupaten Sidoarjo diamankan Tim Saber Pungli Polda Jatim. Mereka diduga telah melakukam pungutan dana Jasa Pelayanan (Jaspel) dari para pegawai.

Dari informasi yang didapat, ada 8 tenaga medis di Puskesmas Porong yang terjaring OTT (Operasi Tangkap Tangan) pada Senin (17/09) kemarin. Termasuk diantaranya adalah Kepala Puskesmas Porong, dr Esti handayani, yang diduga telah memotong hak pegawai yang telah melakukan penanganan medis sebesar 15 persen setiap pegawai.

Dari pengakuan beberapa pegawai, skema aturan pemotongan seperti itu sudah berjalan selama kurang lebih setahun terakhir. Salah satu pegawai di puskemas tersebut mengatakan, dana jasa pelayanan medis berasal dari jasa pelayanan yang resmi dikeluarkan oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.

“Sekarang kan langsung di transfer ke rekening. Jadi tahu jumlahnya berapa dapatnya,” ungkap salah satu pegawai yang namanya sengaja tidak kami sebutkan, Selasa (18/09).

Pemotongan hak para pegawai Puskesmas Porong ini, diduga sudah terorganisir, baik oleh Kepala Puskesmas, bendahara dan kepala unit yang lain. Pegawai di Puskesmas Porong pun hanya bisa pasrah karena sudah menjadi kebijakan para pejabat di Puskesmas tersebut.

Pegawai di puskesmas itu mengatakan, dana Jaspel yang diberikan BPJS Kesehatan dan langsung diberikan ke rekening setiap pegawai tersebut memang dipotong sebesar 15 persen. Pemotongan tersebut, lanjutnya, adalah untuk tenaga tambahan atau tenaga honorer.

“Peraturan pemotongan tersebut memang ada dan sudah disepakati oleh masing-masing unit. Tapi saya sendiri waktu rapat dulu tidak diajak, jadi saya juga tidak tahu pasti alasannya,” terangnya.

Hal serupa juga diutarakan pegawai lain. Dikatakan bahwa setiap bulannya, rata-rata para pegawai menerima jaspel dari puskesmas sebesar Rp 800 ribu yang ditransfer langsung ke rekening pribadinya, kemudian potongannya disetorkan secara tunai ke bendahara.

“Wajib menyerahkan uang sebesar Rp 130 ribu secara tunai kepada bendahara Puskesmas. Jumlah tersebut merupakan 15 persen dari dana yang saya terima,” katanya.

Sementara itu saat dikonfirmasi awak media, Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Frans Barung Mangera membenarkan jika saat ini pihaknya tengah menanangi kasus tersebut. “Iya saya benarkan, sekarang mereka sudah ditangani di Mapolda Jatim,” kata Kombes Pol Frans Barung Mangera seperti dilansir dari portal detikcom, Selasa (18/08).

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Pemkab Sidoarjo, dr Ika Harnasti justru mengaku tidak tahu adanya pemotongan dana Jaspel medis dari BPJS Kesehatan tersebut. Selain itu, dirinya juga belum tahu jika Kepolisian Daerah Jawa Timur telah melakukan OTT terhadap pegawai di Puskesmas Porong, termasuk kepala puskesmas.(sid3)

Keterangan gambar : Puskesmas Porong pasca terjadinya OTT oleh Polda Jatim.(ist)

Related posts

Leave a Comment