15 Ribu Warga di Tulungagung Dilanda Krisis Air Bersih

ADAKITANEWS, Tulungagung – Sejak beberapa hari terakhir sejumlah warga di beberapa kecamatan di Kabupaten Tulungagung dilanda krisis air bersih. Hal ini disebabkan air PDAM yang biasa mereka pergunakan untuk keperluan sehari-hari, sejak lima hari lalu tidak mengalir.

“Sudah lima hari ini air PDAM di sekitar sini mati. Padahal sebagian warga mengandalkan air PDAM,” kata Ahmad, warga Kecamatan Kedungwaru, Selasa (04/12).

Akibat krisis air itu Ahmad mengaku, dirinya terpaksa mengungsi ke tempat saudara yang memiliki sumur pompa, meski pun hanya untuk mandi. Sementara untuk memasak, ia tetap harus membeli air isi ulang. “Ya gimana lagi, kalau pagi seluruh keluarga diboyong untuk mandi. Kalau sore, kadang-kadang saja mandinya. Praktis sehari mandi sekali,” keluhnya.

Menanggapi keluhan warga itu, Plh Direktur PDAM, Windu Bijantara mengakui bahwa aliran air PDAM saat ini memang tidak lancar. Kondisi ini dikarenakan pipa utama PDAM yang melintas di sungai di Kecamatan Pagerwojo terputus akibat diterjang banjir, sehingga intake PDAM di Kecamatan Pagerwojo rusak.

Pipa yang terputus cukup panjang, mulai dari Kedungbrubus hingga Kedungpanas Kecamatan Pagerwojo. “Ada sekitar 800 meter pipa yang putus karena diterjang banjir dan longsoran tanah, sejak Jumat (30/11),” terang Windu Bijantara.

Berhentinya suplai air tersebut, lanjutnya, juga mengakibatkan 15 ribu pelanggan yang ada di tujuh kecamatan terdampak krisis air bersih. Yaitu meliputi Kecamatan Tulungagung, Kauman, Karangrejo, Sumbergempol, Boyolangu Gondang dan Kedungwaru.

“Kini sedang kita perbaiki. Namun karena terkendala arus sungai yang masih deras, sehingga belum maksimal,” jelasnya.

Sementara ini Windu mengaku, sambil menunggu selesainya perbaikan pihaknya juga telah memanfaatkan intake cadangan yang ada di Kedungpanas. Hanya saja, kapasitasnya tidak seperti kondisi normal. Yakni yang sebelum terjadi longsor suplai air mencapai 160 liter per detik, kini hanya mampu 125 liter per detik.

“Memang masih ada kekurangan suplai. Tapi kekurangan tersebut kita upayakan dengan memanfaatkan sumur pompa yang ada di Plosokandang dengan dibantu genset dalam operasionalnya,” imbuh Windu.

Dalam kesempatan itu Windu juga menyampaikan permintaan maafnya kepada pelanggan jika saat ini air yang mengalir ke sejumlah pelanggan masih ada yang keruh. Hal itu karena memang sumur dari pompa cadangan itu jarang digunakan. “Karena selama ini jarang kita operasikan, maka airnya keruh. Ini perlu kita lakukan pengurasan terlebih dahulu,” pungkasnya.(bac)

Keterangan gambar : Pipa PDAM yang putus akibat diterjang banjir.(ist)

Related posts

Leave a Comment