Jazz Brantas #2, Jadi Contoh Pertunjukan Musik Di Tengah Pandemi

ADAKITANEWS, Kediri – Pagelaran musik bertajuk “Jazz Brantas #2” yang digelar secara virtual pada Sabtu (06/11) malam, sukses mengobati rindu para pecinta musik, khususnya jazz.

Meski digelar secara virtual melalui akun Youtube Walikota Kediri “Abdullah Abu Bakar”, tak mengurangi antusias masyarakat. Terbukti sepanjang acara, jumlah viewernya tak pernah kurang dari 500 penonton.

Salah satu yang menjadi perhatian masyarakat adalah hadirnya musisi muda Indonesia, Ardhito Pramono serta beberapa musisi jazz lain, bahkan dari luar negeri. Diantaranya adalah Kuba Skowronski, Mike Delfero, Alexsender, Olaf Keus, Nita Aartsen, Cicilia, dan Michael Ananda.

Digelar dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat, panitia sengaja membatasi jumlah penonton di lokasi Jazz Brantas #2, yakni Taman Brantas Kota Kediri.

Selain disediakan tenda swabtest, pengunjung juga wajib menunjukkan bukti undangan yang sebelumnya telah disebar oleh panitia dan berjumlah 50 penonton. Tak hanya itu, sebelum memasuki area Jazz Brantas #2, juga ada aturan pemindaian barkode melalui aplikasi pedulilindungi.

Walikota Kediri, Abdullah Abu Bakar yang juga hadir dalam acara tersebut menyampaikan, Jazz Brantas #2 tahun ini berbeda dengan pagelaran serupa dua tahun lalu, yakni sebelum pandemi. Perbedaannya adalah selain dilakukan secara virtual, kegiatan juga digelar dengan standar protokol kesehatan yang ketat.

“Jazz Brantas #2 yang kita adakan secara virtual ini sebagai contoh bagaimana kita bisa melakukan pertunjukan musik di tengah pandemi,” kata Walikota yang akrab disapa Mas Abu ini.

Masih kata Mas Abu, Jazz Brantas #2 juga sebagai salah satu upaya untuk terus membangkitkan industri kreatif di Kota Kediri. Dari industri kreatif inilah diharapkan ekonomi di Kota Kediri bisa terus digerakkan.

Seperti diketahui, selama masa pandemi sektor industri kreatif mengalami penurunan akibat ekonomi yang terkontraksi. Mas Abu menegaskan bahwa hal tersebut tidak boleh berlarut dan industri kreatif harus terus tumbuh untuk mendorong ekonomi kreatif.

“Waktu beberapa bulan lalu Jazz Brantas ini menjadi diskusi yang sangat panjang apakah kita mengadakan Jazz Brantas lagi atau tidak. Tapi karena kita melihat tren kemarin cukup baik dan kita bisa bertahan di level 1 ini, ya kita selenggarakan. Saya yakin dengan kegiatan seperti ini kita bisa memutar perekonomian dan industri kreatif ke depan bisa tetap hidup. Paling penting kita harus terus bisa menjaga di level 1,” jelentrehnya.

Tidak hanya untuk membangkitkan industri kreatif, Jazz Brantas juga diharapkan bias menjadi event tahunan yang menarik banyak pengunjung untuk datang ke Kota Kediri. Apalagi akan ada tol dan bandara di Kediri, sehingga akses menuju Kota Kediri menjadi semakin lebih mudah.

“Setidaknya kita bisa punya event yang keren yang nanti semua orang bisa duduk bersama di sini menikmati musik jazz. Semoga kita bisa terus mengadakan acara ini secara kontinu dan lebih asyik lagi,” tandasnya.

Sekadar diketahui, pagelaran Jazz Brantas #2 yang diselenggarakan di Taman Brantas Kota Kediri ini dihadiri oleh undangan terbatas sebanyak 50 orang. Undangan yang hadir diantaranya Kepala KPPBC Tipe Madya Cukai Kediri, Sunaryo, perwakilan Forkopimda Kota Kediri, asisten, hingga Kepala OPD terkait.(*/kur)


Keterangan gambar: Mas Abu (kanan) memberikan souvenir berupa kaus kepada Ardhito Pramono.(ist)

Related posts

Leave a Comment