Bagaimana Sejarah Perkembangan Disrupsi Teknologi?

Secara bahasa, disruption artinya gangguan atau kekacauan; gangguan atau masalah yang mengganggu suatu peristiwa, aktivitas, atau proses.

Menurut Merriam-Webster, disrupsi adalah tindakan atau proses mengganggu sesuatu: istirahat atau gangguan dalam perjalanan normal atau kelanjutan dari beberapa kegiatan, proses, dan lain-lain.

Dalam teori bisnis, dikenal istilah “inovasi disruptif” (disruptive innovation), yaitu inovasi yang menciptakan pasar baru dan jaringan nilai dan akhirnya mengganggu pasar dan jaringan nilai yang ada, menggantikan perusahaan, produk, dan aliansi terkemuka di pasar yang sudah mapan.

Disruptive technologies atau teknologi disruptif adalah teknologi yang menciptakan pasar baru sehingga mengganggu atau merusak pasar yang sudah ada dan pada akhirnya menggantikan teknologi yang terdahulu.

Istilah disrupsi mulai dipopulerkan akhir abad ke-20 dalam dunia bisnis, di mana perusahaan besar mengalami kemunduran sebagai akibat kreativitas dan inovasi dari perusahaan kecil melaui bisnis digital. Hal ini di luar dugaan sebelumnya. Kemunduran perusahan besar oleh perusahaan kecil dalam persaingan bisnis disebut sebagai disrupsi (Christenssen, 1997). Sejak itu istilah disrupsi sering menjadi fokus perhatian para ekonom, walaupun sebelumnya istilah disrupsi sudah ada. Dengan adanya perkembangan digital, maka bisnis baru tumbuh, di mana perusahaan-perusaahan kecil, dapat mengalahkan perusahaan besar yang sudah mapan. Pada awalnya istilah disrupsi masih mejadi topik hangat di kalangan ekonom, karena disrupsi selalu dihubungkan dengan konteks bisnis, investasi, dan keuangan. Sejalan dengan kemajuan digital yang merambah ke arah kehidupan manusia dalam berbagai aspek kehidupan manusia, maka teori disrupsi dipergunakan untuk menjelaskan berbagai perubahan besar dan mendasar bukan hanya di dunia bisnis saja, melainkan juga bidang kehidupan lainnya, yaitu sosial, budaya, dan politik.

Perubahan terjadi seiring dengan kemampuan manusia dalam melahirkan inovasi. Produk baru dan metode baru tercipta seiring dengan kemajuan industri. Setiap periode zaman, selalu saja melahirkan inovasi dahsyat yang berorientasi pada kebutuhan dan kemaslahatan kehidupan. Inovasi merupakan kunci kesuksesan di bidang industri. Revolusi industri ditandai dengan adanya perubahan pola hidup dan pola pikir masyarakat dan negara. Revolusi Industri akan mewarnai corak tatanan kehidupan masyarakat, baik di bidang ekonomi, sosial budaya dan politik. Masyarakat mulai berubah cara berpikirnya yaitu dari sektor agraria bergeser ke arah industri.

Perkembangan teknologi perlu disikapi dengan hati-hati, karena teknologi memiliki dua sisi yang saling bertentangan, di satu sisi teknologi sebagai sahabat manusia, di sisi lain teknologi dapat menghancurkan manusia. Permasalahannya perkembangan teknologi merupakan hasil dari kreasi dan inovasi manusia juga. Secara historis, dunia mengalami revolusi teknologi secara bertahap yang diawali dengan revolusi industri.

Secara historis, teknologi mengalami kemajuan, dalam perkembangannya teknologi dapat mengubah

wajah dunia. Teknologi melahirkan suatu revolusi, dimana revolusi teknologi berhasil menunjukkan perubahan yang terjadi pada manusia dalam melakukan proses produksinya. Dalam sejarah teknologi dunia, terjadi empat gelombang revulosi teknologi. Pertama revolusi teknologi gelombang atau generasi 1, ke-2, 3, serta ke-4 yang mempunyai pengaruh besar bagi kehidupan manusia.


Revolusi industri 1.0

Revolusi industri merupakan suatu perubahan besar yang cepat dan radikal yang mempengaruhi corak kehidupan manusia. Sejarah mencatat sekitar tahun 1750-1850 merupakan periode Revolusi Industri 1.0. Inggris merupakan negara yang mempelopori terjadinya Revolusi Industri. Saat itu secara politik Inggris memiliki masyarakat yang stabil dan merupakan negara kolonial terbesar di dunia. Dengan terjadinya revolusi industri, maka negara-negara koloni Inggris berperan sebagai sumber bahan baku industri dan merupakan wilayah pemasaran barang-barang hasil manufaktur.

Kehidupan masyarakat sebelum Revolusi Industri terkonsentrasi di pedesaan yang mengandalkan penghasilan dari sektor pertanian yang pendapatannya sangat minim dan terbatas. Namun dengan terjadinya Revolusi Industri, lapangan kerja di sektor manufaktur mulai meningkat sehingga penghasilan dan taraf hidup kehidupan masyarakat berangsur membaik.

Faktor kunci terjadinya Revolusi Industri juga dipengaruhi oleh timbulnya revolusi di bidang ilmu pengetahuan yang mulai berkembang sejak pertengahan abad ke-16. Saat itu muncul banyak ilmuwan yang mengembangkan ilmu pengetahun dengan melakukan riset dan penelitian.

Sektor industri yang mengawali Revolusi Industri 1.0 , diantaranya :

1. Industri Tekstil

Di awal era industrialisasi dan mekanisasi, inovasi di sektor industri tekstil mengalami perkembangan yang luar biasa. Hal ini diawali dengan pembuatan mekanisasi mesin pintal. Mesin pintal merupakan temuan inovasi yang mengubah corak sektor industri tekstil. Produksi tekstil yang sebelumnya menggunakan tenaga manusia berubah menggunakan tenaga mesin yang tentu bisa lebih efisien dan efektif. Produktivitas produksi tekstil mengalami peningkatan berlipat-lipat. Tumpuan industri tekstil yang semula menggunakan tenaga manusia berubah menjadi tenaga mesin.

2. Industri Besi dan Baja

Perkembangan inovasi di sektor pertambangan juga mengalami kemajuan pesat. Dengan ditemukannya inovasi produksi, proses pembuatan besi dan baja bisa lebih murah. Biaya proses pembuatan besi dan baja murah merupakan tonggak sejarah berkembangnya industri permesinan dan transportasi. Besi dan baja memperkokoh perkembangan revolusi industri berikutnya. Besi dan baja keduanya merupakan bahan penting yang digunakan untuk pembuatan berbagai peralatan dan infrastruktur penting lainnya.

3. Industri Transportasi

Sebelum revolusi industri barang-barang hasil produksi diangkut dengan menggunakan tenaga hewan. Namun setelah ditemukannya mesin uap dan kapal uap proses pengiriman barang produksi ke lokasi yang jauh bisa menggunakan kapal laut dan kereta api.

Revolusi industri 2.0

Pada periode ini terjadi kemajuan industri yang sangat cepat di Inggris, Jerman, Amerika, Perancis, dan Jepang. Selanjutnya revolusi industri ini menyebar ke seluruh Eropa dan Amerika. Revolusi industri 2.0 ini merupakan kelanjutan yang tidak terpisahkan dari revolusi industri sebelumnya yang mulai di Inggris pada abad ke-18.

Revolusi Industri 2.0 dikenal juga dengan revolusi teknologi dimana dalam periode ini terjadi lompatan besar dan radikal dalam perkembangan teknologi dan budaya masyarakat. Inovasi pada periode ini merupakan pengembangan industri sebelumnya dengan berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi dan berlangsung sekitar tahun 1870-1914 an yang bercirikan dengan ditemukannya mekanisasi sistem produksi massal dengan menggunakan jalur perakitan yang lebih efektif dan efisien, serta adanya standarisasi mutu dan kualitas.

Beberapa inovasi dan kemajuan pada periode Revolusi Industri 2.0 antara lain :

A. Pengembangan sumber daya energi seperti minyak bumi, batu bara sebagai sumber bahan bakar baru.

B. Periode awal teknologi listrik yaitu penemuan arus listrik AC dan DC yang bisa difungsikan untuk pembuatan motor listrik (elektrifikasi).

C. Inovasi baru produksi besi dan baja dalam skala besar.

D. Produksi massal mobil dan pesawat sebagai alat transportasi massal. E. Meluasnya pemakaian mesin industri untuk manufaktur.

F. Meluasnya penggunaan telegraf yang memungkinkan untuk melakukan komunikasi jarak jauh

G. Penggunaan teknologi listrik yang diterapkan ke dalam teknologi transportasi dan telekomunikasi merupakan lompatan besar bagi perkembangan di sektor industri

Revolusi industri 3.0

Perkembangan jaman mendorong kita untuk melakukan inovasi. Di mulai dengan Revolusi industri 1.0 yang ditandai dengan ditemukannya mesin untuk industri, lalu revolusi industri 2.0 ditandai dengan penemuan teknologi listrik untuk industri dan berikutnya revolusi industri ke-3 yang di awali dengan munculnya teknologi informasi dan elektronik yang masuk ke dalam dunia industri yaitu sistem otomatisasi berbasis komputer dan robot. Peralatan industri sudah tidak lagi dikendalikan oleh manusia, namun sudah dikendalikan oleh komputer atau lebih dikenal dengan istilah komputerisasi.

Pada periode ini tahun 1960-2010 melahirkan inovasi pengembangan sistem perangkat lunak untuk memanfaatkan perangkat keras elektronik. Banyak penemuan- penemuan dan pembuatan perangkat elektronik yang memungkinkan untuk melakukan otomatisasi operasional mesin- mesin menggantikan peran operator produksi.

Beberapa inovasi dan kemajuan pada periode Revolusi Industri 3.0 antara lain :

A. Teknologi komputer.

B. Akses internet.

C. Peralatan elektronik smartphone.

D. Inovasi sistem perangkat lunak.

E. Inovasi dan pengembangan sumber energi baru.

Revolusi industri 4.0

Tibalah saatnya kita memasuki revolusi industri 4.0 di tahun 2017 yaitu era yang ditandai dengan adanya konektivitas manusia, data, dan mesin dalam bentuk virtual atau dikenal dengan istilah cyber physical. Perkembangan revolusi industri membawa perubahan yang sangat cepat dengan tujuan mulia menciptakan kualitas kehidupan yang lebih baik. Pada era industri 4.0 ini ada pergeseran trend inovasi ke arah teknologi digital.

Di era revolusi industri 4.0 memungkinkan otomatisasi di semua bidang untuk mencapai produktivitas yang efektif dan efisien. Penerapan sistem informasi rantai pasokan digital ke seluruh unit kerja akan meminimalkan peran manusia sebagai operator. Secara umum di era industri 4.0 ini peran tenaga manusia berubah dari peran operator menjadi seorang ahli dengan kompetensi yang tinggi.

Istilah lain dari revolusi industri 4.0 adalah revolusi digital dan era disrupsi teknologi. Semua bidang akan menggunakan otomatisasi sistem pencatatan dengan komputer. Salah satu karakteristik unik dari revolusi industri 4.0 adalah penerapan kecerdasan buatan dalam semua bidang industri.

Revolusi industri 4.0 berasal dari sebuah proyek yang diprakarsai oleh pemerintah jerman untuk mempromosikan komputer manufaktur. Revolusi generasi empat ini ditandai dengan munculnya komputer canggih, robot pintar, kendaraan tanpa kemudi, yang memungkinkan manusia lebih mengoptimalkan fungsi otak.


Daftar Pustaka :
Fukuyama, F. 1999. The Great Disruption: Human Nature and Reconstitution of Social Order. London: Profile Books
http://inovasi4.com/perkembangan- industri-hingga-revolusi-industri-4-0/ Adit kusnandar


Penulis: Muthi’ah Khairiyah
Tempat/Tgl. Lahir: Tanjungpinang, 21 Desember 2000
STEI SEBI
NIM: 41803041

Related posts

Leave a Comment