Penyedia Jasa Penukaran Uang Baru Kesulitan Dapat Barang

ADAKITANEWS, Tulungagung – Meski hari raya Idul Fitri masih tiga minggu lagi, namun sejumlah penyedia jasa penukaran uang pecahan baru, sudah mulai marak di pinggir jalan protokol Tulungagung.

Seperti yang terlihat di Jalan Ahmad Yani Timur dan Jalan Pangeran Antasari Tulungagung, sejumlah penyedia jasa penukaran uang baru tampak sedang menawarkan dagangannya kepada pengguna jalan yang melintas. Pecahan uang yang mereka sediakan sangat beragam, mulai pecahan dua ribuan, lima ribuan, 10 ribuan hingga 20 ribuan.

Menurut Hari Palas, salah seorang pelaku jasa penukaran uang baru, dirinya mulai mangkal di Jalan Ahmad Yani Timur, sejak awal Ramadan lalu. Saat seperti sekarang ini, masih belum banyak masyarakat yang menukarkan.

“Awal-awal puasa ini masih sepi, belum banyak yang menukarkan. Mereka baru sebatas mencari informasi. Baru mendekati Lebaran, mulai ramai,” kata Hari Palas, salah pelaku jasa penukaran uang baru.

Tambah Hari, dalam kondisi sepi seperti sekarang ini dalam sehari, ia hanya bertransaksi dibawah Rp 10 juta saja. Untuk setiap Rp 100 ribu uang pecahan, Hari mendapatkan ongkos jasa sebesar Rp 10 ribu.

“Kebanyakan mereka lebih menyukai pecahan Rp 5.000. Pecahan lainnya, jarang peminatnya,” ujarnya.

Hari memprediksikan, pendapatannya untuk tahun ini akan mengalami penurunan dibandingkan Lebaran tahun lalu. Hal ini disebabkan untuk mendapatkan uang baru dari pengepul, sekarang ini lebih sulit. Sehingga biaya jasanya menjadi besar.

Untuk tahun lalu, kondisi awal Ramadan, biaya jasa masih di kisaran Rp 8.000 sampai Rp 9.000. Tapi sekarang mencapai Rp 10 ribu untuk setiap jumlah Rp 100 ribu.

“Sekarang agak susah mendapatkan uang baru. Saya tidak tahu penyebabnya,” tutur Hari.

Biaya jasa tersebut menjadi lebih tinggi, jika mendekati Lebaran. Bahkan bisa mencapai Rp 25 ribu per Rp 100 ribu. “Mendekati lebaran karena permintaannya meningkat untuk Rp 100 ribu ditukar Rp 125 ribu,”jelasnya.

Sementara itu, Imam Syafii, salah seorang warga yang menukarkan uang mengatakan dirinya sejak awal mulai menukarkan uang karena biaya jasanya masih murah. “Kalau tukarnya mendekati Lebaran, lebih mahal. Karena itu saya tukar sekarang,” kata Imam Syafii.

Imam mengaku menukarkan uang baru, untuk keperluan angpao atau sedekah saat merayakan Lebaran.(bac)

Keterangan gambar : Salah satu penyedia jasa penukaran uang pecahan baru di jalan Ahmad Yani Timur Tulungagung.(foto : acta cahyono)

Related posts

Leave a Comment