Musim Panen Pertama, Harga Gabah Kering Anjlok

ADAKITANEWS, Lamongan – Harga gabah kering panen (GKP) memasuki musim panen tanam pertama saat ini di wilayah Lamongan mengalami anjlok, ada penurunan harga yang cukup signifikan. Kepala UPT Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Perkebunan Kecamatan Tikung Sawin menyebutkan, harga gabah sawah kering panen sebelumnya mencapai kisaran antara Rp 4.100 per kg hingga Rp 4.200 per kg.

“Sekarang turun harganya, cuma Rp 3.700 per kg hingga Rp 3.800 per kg nya, ada penurunan harga yang lumayan besar memasuki panen pertama saat ini,” ujar Sawin, Senin (01/03).

Sawin menjabarkan, wilayah yang sudah panen pada tahap pertama musim ini diantaranya adalah Kecamatan Sarirejo, Tikung, Kembangbahu, Mantup, Sambeng, Ngimbang, Bluluk, Sukorame dan Modo. “Masa panen sudah mulai berlangsung satu minggu ini, terutama di wilayah Lamongan bagian barat dan selatan. Waktunya juga tidak terlalu berbeda dengan wilayah lainnya,” ungkapnya.

Menurutnya, kualitas gabah hasil panen petani saat ini juga tergolong masih bagus namun sayangnya harganya yang cenderung turun. Bukan sebaliknya ada kenaikan harga. “Berdasarkan pengalaman pada tahun-tahun sebelumnya, harga gabah cenderung turun pada awal masa panen pertama, dan akan berangsur naik ketika sudah tidak ada musim panen,” ujarnya.

Lebih lanjut Sawin mengatakan, berdasarkan informasi dari petani, penurunan harga tersebut terjadi dikarenakan penyerapan atau pembelian gabah oleh Bulog belum berjalan maksimal. “Saya juga khawatir harga gabah di tingkat petani nantinya makin terpuruk ketika memasuki panen raya yang diperkirakan akan berlangsung pada bulan Maret ini dan April mendatang,” tuturnya.

Sawin berharap agar Bulog secepatnya bisa menyerap gabah petani pada musim panen tanam pertama saat ini, agar harga gabah bisa stabil sesuai dengan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) supaya tidak makin terpuruk.

“Besaran HPP yang ditetapkan dalam Permendag 24/ 2020 kan jelas, yaitu untuk gabah kering panen (GKP) di tingkat petani sebesar Rp 4.200 per kg dan di tingkat penggilingan sebesar Rp 4.250,” tukasnya.

Sementara itu salah satu petani Tikung Hariyanto mengatakan sekarang ini hampir panen raya namun harga gabah petani semakin hari semakin turun yakni harga gabah anjlok kisaran Rp 3.700 hingga Rp 3.800 per kg nya, dari harga sebelum panen mencapai Rp 4.100 per kg hingga Rp 4.200. “Tentu kami kecewa karena panen sudah ditunggu selama tiga bulan, hasilnya juga untuk bayar utang pupuk dan segala macam,” ungkapnya

Ia mengungkapkan petani lainnya juga susah ketika menerima keadaan dengan harga anjlok seperti ini, inginnya setelah panen langsung dijual, namun harganya sangat rendah. “Harga gabah juga anjlok jauh di bawah HPP dari pemerintah, seharusnya Bulog juga mulai menyerap gabah dari petani, sehingga harganya bisa stabil,” ucapnya.

Menurutnya, upaya Bulog untuk menyerap gabah petani tak kunjung datang. Turunnya harga gabah memang sudah menjadi tren ketika musim panen. Jika tak naik berarti turun. Tanpa adanya faktor yang pasti, petani lagi-lagi menjadi objek permainan. “Kami berharap, segera ada solusi dari pemerintah terkait dengan anjloknya harga gabah petani yang semakin hari mengalami penurunan,” tandasnya.(prap)



Keterangan gambar: Petani Tikung saat mulai panen pertama.(ist)

Related posts

Leave a Comment