Musim DBD, Ikan Cupang Laku Keras

ADAKITANEWS, Tulungagung – Seiring meningkatnya penyakit Deman Berdarah Dangue (DBD) di Tulungagung, menjadi berkah tersendiri bagi penjual ikan cupang di Tulungagung.

Jika sebelumnya, ikan kecil tersebut hanya dimanfaatkan sebagai hewan hias semata, namun kali ini, lebih berfungsi ganda. Yakni sekaligus sebagai pembasmi jentik nyamuk. Sebagai hewan predator penggunaan ikan cupang, sangat efektif dalam memakan jentik nyamuk Aedes Aegypti.

Aris Setyobudi, salah seorang pembudidaya ikan cupang di Desa Ringinpitu Kecamatan Kedungwaru Kabupaten Tulungagung menyampaikan bahwa sejak sebulan terakhir, permintaan terhadap ikan hias jenis cupang mengalami peningkatan hingga 60 persen.

“Sebulan terakhir, penjualannya mengalami kenaikan rata-rata 60 persen,” kata Aris Setyobudi, Senin (18/02).

Bahkan pembelinya tidak hanya dari wilayah Tulungagung saja, melainkan juga berasal dari luar kotadan tidak sedikit yang dari luar pulau. Diantaranya Kalimantan, Nusa Tenggara serta Bali.

Aris menyatakan, selama ini penjualan ikan cupang hanya berkisar 2.000 ekor perminggu, namun kali ini permintaannya mencapai 3.000 perminggu.

Soal harga, Aris menyampaikan, dirinya melayani pembeli secara grosir dengan harga Rp 2.000 hingga Rp 3.500 per ekor, tergantung jenis dan ukurannya, untuk umur 1,5 bulan.

Selain disukai karena tampilannya yang indah, ikan cupang yang dalam nama latin Betta SP ini juga dikenal rakus memangsa jentik. “Jenis ikan ini kalau siang sangat aktif di dasar kolam. Namun kalau malam hari aktif dipermukaan air,” ujar Aris.

Tambahnya, ikan cupang tampil lebih cantik jika memakan jentik nyamuk jika dibanding memakan cacing sutera. “Warna yang muncul lebih tajam, secara fisik lebih bagus, lebih agresif dan hasil anakannya lebih bagus ” jelasnya.

Karena itu banyak permintaan dari pembeli, terlebih musim penyakit DBD seperti sekarang ini. Seekor ikan cupang bila ditaruh di bak mandi, akan mampu memangsa seluruh jentik nyamuk. “Jadi cocok jika ditaruh di bak mandi, karena selain rakus, juga tidak banyak menghasilkan kotoran dan tidak berbau amis,” pungkasnya.(bac)

Keterangan gambar : Ikan cupang hasil budidaya Aris Setyobudi.(foto : acta cahyono)

Related posts

Leave a Comment