Kerajinan Decoupage Jadi Penghasilan Tambahan

ADAKITANEWS, Tulungagung – Sebuah hobi jika ditekuni, niscaya dapat mendatangkan rezeki. Seperti yang dilakukan ibu rumah tangga di Tulungagung ini. Sejak dua tahun menekuni kerajinan decoupage yang diaplikasikan ke berbagai barang kebutuhan sehari-hari, ia kini laris menerima pesanan.

=========

Berawal dari hobi, decoupage atau seni memotong dan menempel sebagai pengisi waktu senggang, Retno Sarlita, warga Kelurahan Kepatihan Kecamatan/Kabupaten Tulungagung justru mendapat banyak rezeki.

“Decoupage atau seni memotong dan menempel, memang hobi saya. Tapi tak disangka dua tahun terakhir ini malah menjadi sumber penghasilan,” kata Retno Sarlita.

Retno mengisahkan, awalnya ia hanya sekadar coba-coba. Tanpa diduga hasil karya decoupage buatannya yang diunggah di media sosial, mendapatkan respon positif dan banyak yang memesan untuk dibuatkan.

Untuk membuat kerajinan decoupage sebenarnya tidak sulit. Hanya dibutuhkan ketelatenan saat melakukan pemotongan dan menempelkan tisu bermotif atau yang biasa disebut dengan napkin yang menjadi bahan utamanya, untuk ditempelkan ke barang yang dikehendaki.

Selama ini Retno mengaplikasikan decoupage ke berbagai barang kebutuhan sehari-hari, utamanya perlengkapan wanita seperti tas, dompet, sandal dan lainnya.

Bagi Retno, untuk membuat decoupage pada satu tas ukuran kecil yang terbuat dari anyaman daun pandan hanya memerlukan waktu sekitar satu jam. Tas anyaman daun pandan tersebut dibeli dalam bentuk jadi, kemudian diolesi dengan lem kertas hingga merata lalu ditempel napkin.

“Saat menempel harus dilakukan dengan hati-hati agar rapi. Sebab kalau kurang rapi, akan berpengaruh pada hasil akhir,” pesan Retno.

Setelah napkin tertempel rapi, tahapan selanjutnya adalah memberi lapisan dengan vernis. Kemudian dikeringkan dengan menggunakan alat pengering rambut, agar cepat kering.

Dari bermacam kerajinan yang dihasilkan tersebut, Retno memasarkannya selain kepada sesama teman, juga dilakukan melalui media online.

Selama dua tahun menekuni usaha ini, atau sejak tahun 2016, kini pesanan mulai datang dari berbagai kota. Diantaranya dari Surabaya, Malang, Jember, Solo, Semarang, Yogyakarta, bahkan dari Jakarta. Tak terkecuali dari Tulungagung dan sekitarnya.

Retno menyampaikan, dalam setiap bulannya, dirinya mendapat pesanan antara 30 hingga 50 buah.
Di saat banyak permintaan, Retno yang sehari-hari bekerja sebagai pegawai negeri ini, memberdayakan ibu rumah tangga di sekitarnya untuk membantu mengerjakan pesanan dari pelanggan.

“Ini sekaligus sebagai pengisi waktu luang dan tambahan penghasilan untuk keluarga,” tambahnya.

Untuk sebuah tas hasil kerajinannya, Retno mematok harga Rp 135 ribu sampai Rp 200 ribu. Untuk sebuah dompet, dijual Rp 25 ribu hingga Rp 75 ribu. Sedangkan sandal serta sepatu dibanderol antara Rp 75 ribu sampai Rp 155 ribu.(bac)

Keterangan gambar : Retno Sarlita dibantu tetangganya sedang menyelesaikan pesanan.(foto : acta cahyono)

Related posts

Leave a Comment