Waduk Mengering, Masyarakat Plabuhan Manfaatkan Untuk Bercocok Tanam

ADAKITANEWS, Jombang – Musim kemarau panjang yang terjadi belakangan ini, mengakibatkan kekeringan di sejumlah daerah di Kabupaten Jombang. Salah satunya di waduk Embung Grojokan Desa Plabuhan Kecamatan Plandaan Kabupaten Jombang.

Kekeringan parah di waduk Embung Grojokan tersebut, sebenarnya baru terjadi pada tahun ini. Musim kemarau sebelumnya, waduk bahkan masih bisa menampung air untuk kepentingan para petani di daerah sekitar. Namun berbeda pada musim kemarau tahun ini, sejumlah petani sudah tidak bisa lagi merasakan air yang ada di waduk Embung Grojokan.

Hal tersebut dikeluhkan oleh sejumlah masyarakat sekitar, salah satunya Sumi, 50, warga Desa Plabuhan Kecamatan Plandaan Kabupaten Jombang. “Berbeda dengan tahun kemarin, musim kemarau tahun ini, air di waduk Embung Grojokan mengering dan tidak bisa dimanfaatkan,” ungkap Sumi saat diwawancarai Tim Adakitanews.com, Senin (25/09).

Kondisi waduk yang mengering membuat sejumlah masyarakat sekitar memanfaatkannya sebagai lahan untuk bercocok tanam. Tanaman yang dimanfaatkan tersebut meliputi tanaman yang tidak membutuhkan banyak air, seperti tembakau dan jagung.

“Dengan kondisi waduk yang mengering, dimanfaatkan oleh masyarakat untuk ditanami tembakau dan jagung,” imbuh Sumi.

Sementara itu menurut Anggi, selaku Kepala Dusun setempat, pihaknya tidak pernah memaksa masyarakat sekitar untuk bercocok tanam di lokasi waduk. Ia juga mengatakan tidak akan memungut biaya atau upeti bagi petani yang memanfaatkan waduk Embung Grojokan. “Kami pemerintah desa sangat senang bila ada masyarakat memiliki inisiatif untuk memanfaatkan waduk yang mengering, kami sangat mendukung dan pemerintah desa tidak akan menarik biaya sewa,” pungkasnya.(jb5/ar)

Keterangan gambar: Kondisi waduk Embung Grojokan yang dimanfaatkan masyarakat untuk bercocok tanam.(foto: leo anwar)

Related posts

Leave a Comment