Uji Praktik SIM C di Polresta Sidoarjo Akan Gunakan Sistem Sensor

ADAKITANEWS, Sidoarjo – Bagi masyarakat yang hendak mengajukan pembuatan Surat Izin Mengemudi (SIM) C di Satlantas Polresta Sidoarjo, dalam waktu dekat akan berhadapan dengan sebuah alat sensor ultra sonic.

Alat sensor untuk uji praktik bagi pemohon SIM C ini, merupakan inovasi baru Polresta Sidoarjo di bidang pelayanan publik yang diberi nama Sidoarjo Smart Driving Test (SSDT).

SSDT adalah alat sensor sebagai ganti rambu-rambu kerucut berwarna merah, dan tidak lagi mnggunakan SDM (Sumber Daya Manusia) atau petugas yang mengawasi langsung.

Dijelaskan Kasatlantas Polresta Sidoarjo, Kompol Dyno Indra Setyadi, dengan sistem SSDT atau metode tes sensor seperti ini, indikasi kegagalan atau keberhasilannya ditentukan pada alat tersebut. “Alat tersebut ditanam di segala penjuru. Alat ini sebagai bahan bukti pemohon. Jika gagal atau lulus tes uji praktik SIM C, alat ini akan mengeluarkan tanda dengan otomatis,” terang Kompol Dyno Indra Setyadi kepada wartawan.

SSDT ini merupakan yang pertama kali di Indonesia dalam uji praktik SIM yang akan dilaunching beberapa hari lagi. “Dengan cara seperti ini juga bisa mempercepat dalam ujian praktik. Diharapkan, semua hasil bisa disajikan secara transparansi dan dilihat secara langsung oleh masyarakat,” tambahnya kepada Tim adakitanews melalui sambungan seluler, Kamis (15/11).

Dijelaskan Kasatlantas, dalam sistem ini ada sekitar 29 titik sensor ultra sonic yang dipasang di area ujian praktik. Saat pemohon melintas garis putih yang membentuk angka delapan, lampu rotator merah akan menyala. Selain itu juga terlihat di layar monitor di ruang ujian praktik. Pada saat pemohon melakukan kesalahan sampai tiga kali, pemohon dinyatakan gagal dalam ujian praktik.

“Dengan alat tersebut, ujian sesi praktik SIM C diharapkan akan lebih transparan, karena pemohon langsung mengetahui melalui suara ketika peserta uji keluar dari garis batas,” jelas Kasatlantas Polresta Sidoarjo.

Pada saat pemohon melakukan kesalahan sampai tiga kali, pemohon dinyatakan gagal dalam ujian praktik namun bisa mengulanginya sesuai jadwal yang ditentukan petugas.

“Tidak hanya di zona angka delapan saja. Alat ini juga ditanam pada Traffic Cone. Traffic Cone diletakkan pada tempat ujian praktik SIM C kategori Zig Zag dan Garis Lurus,” urai mantan Kasatlantas Polres Kediri tersebut.(sid3)

Keterangan gambar : Kasatlantas Polresta Sidoarjo, Kompol Dyno Indra Setyadi sedang mengawasi petugas yang mencoba alat sensor uji praktik SIM C.(ist)

Related posts

Leave a Comment