TPA Sanitary Landfill Jadi Solusi Persoalan Sampah di Sidoarjo

ADAKITANEWS, Sidoarjo – Pemerintah Kabupaten Sidoarjo kini telah memiliki solusi untuk mengatasi permasalahan banyaknya sampah yang dihasilkan masyarakat Sidoarjo. Salah satunya dengan membangun sanitary landfill di TPA Jabon Desa Kupang Kecamatan Jabon, hasil kerjasama antara pemerintah pusat dengan Pemkab Sidoarjo melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kabupaten Sidoarjo, Jumat (14/09).

Dengan jumlah penduduk 2 juta lebih, setiap hari produksi sampah di Sidoarjo ditaksir mencapai 900 – 1.000 ton dan harus terselesaikan dengan baik. Pemanfaatan sanitary landfiil dalam pemecahan permasalahan sampah, oleh pemerintah dinilai merupakan solusi yang tepat dengan menggunakan manajemen yang tepat.

Groundbreaking pembangunan sanitary landfill di TPA Jabon, dilakukan langsung oleh Wakil Bupati Sidoarjo, H Nur Ahmad Syaifuddin dan dihadiri oleh beberapa pejabat terkait. Termasuk perwakilan dari Kementerian, DPR RI, hingga seluruh pimpinan OPD di Kabupatn Sidoarjo.

“Dengan bantuan yang diberikan, khususnya yang berkenaan dengan TPA dengan model sanitary landfill dalam program Emission Reduction in Cities(ERIC) Solid waste manajement programme, kita berharap nantinya pembangunannya mudah–mudahan bisa selesai dalam 18 bulan, sesuai rencana,” harap Wakil Bupati Sidoarjo yang akrab disapa Cak Nur.

Pemkab Sidoarjo juga mengaku telah menyiapkan seluruh kebutuhkan, salah satunya lahan. Cak Nur berharap, pembangunan sanitary landfill ini kedepannya akan mampu menjawab permasalahan sampah yang ada di Kabupaten Sidoarjo. “Karena permasalahan sampah ini tidak bisa ditunda–tunda dan harus segera terselesaikan,” jelasnya.

Sementara itu Direktur Pengembangan Penyehatan Lingkungan Pemukiman Ditjen Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Ir Dodi Krispratmadi dalam sambutannya menjelaskan bahwa pekerjaan pembangunan TPA Sanitary landfill ini merupakan kerja sama antara pemerintah Indonesia dengan pemerintah Jerman. “Pekerjaan ini juga merupakan multiyear kontrak dari tahun anggaran akhir 2018 ini hingga akhir 2019. Waktu pelaksanaan 547 hari kalender oleh PT Pembangunan Perumahan Persero,” terangnya.

Menurutnya, kondisi TPA Jabon yang saat ini menempati area seluas 8 hektare, dengan sampah yang masuk TPA Jabon mencapai sekitar 400 ton per hari, diperkirakan akan penuh dalam waktu satu tahun saja.

“Proses pengelolaan TPA Jabon ini, kedepannya dapat melalui proses pemilahan dan komposting terlebih dahulu sehingga dapat mengurangi timbunan sampah di area landfill. Dengan metode pengelolaan secara operasional dengan sanitary lanfill. Dan pembangunan area ini seluas 5,8 hektare nantinya diharapkan dapat menampung sampah sampai 1.050 ton per hari dengan umur rencana 5 tahun,” jelas Dodi.

Dalam acara groundbreaking sanitary Landfill TPA Sampah Jabon ini, juga dilaksanakan penyerahan bantuan 14 unit alat pertanian yang terdiri dari traktor roda dua, cultivator, rice transplanter, power trasher, dan power trasher multiguna kepada para kelompok tani di Kecamatan Wonoayu, Candi, Tulangan, Jabon, dan Porong.(sid3)

Keterangan gambar : Wakil Bupati Sidoarjo, H Nur Ahmad Syaifuddin saat membuka acara groundbreaking sanitary landfill di TPA Sampah Jabon.(ist)

Related posts

Leave a Comment