Realisasi PAD dari Retribusi Izin Trayek Rendah

ADAKITANEWS, Blitar – Satu diantara Organisasi Perangkat Daerah (OPD) penghasil di Kabupaten Blitar adalah Dinas Perhubungan. Ada delapan sektor yang menjadi sumber pendapatan di Dinas Perhubungan. Dari delapan sektor, hingga triwulan pertama 2019 ada satu sektor yang realisasi pendapatannya masih rendah, yakni sektor retribusi izin trayek.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Blitar, Toha Mashuri mengatakan, tiga bulan pertama tahun 2019 secara keseluruhan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang dihasilkan Dishub mencapai 32,64 persen dari target Rp 8,6 miliar. Dari delapan sektor, diakuinya realisasi pendapatan izin trayek masih rendah, yakni 8,1 persen dari target Rp 1,4 juta.

“Target pendapatan retribusi izin trayek ini sebenarnya kecil. Tapi kita akui realisasinya paling rendah,” kata Toha, Sabtu (11/05).

Lebih lanjut Toha menjelaskan, rendahnya retribusi izin trayek tidak hanya terjadi di Kabupaten Blitar, tetapi juga secara nasional. Hal ini karena semakin berkurangnya angkutan yang ada. Menurutnya, di Kabupaten Blitar sendiri dari 80 kendaraan sekarang tinggal 23 kendaraan. Bahkan yang aktif kurang dari 10 kendaraan.

“Pengurangan target tahun depan menyesuaikan situasi dan kondisi. Menurunnya jumlah angkutan karena semakin banyaknya kendaraan pribadi serta semakin majunya teknologi informasi,” ujarnya.

Menurut Toha, realisasi pendapatan dari sektor lain cukup bagus. Seperti sektor parkir sudah terealisasi 31 persen, sektor pengujian kendaraan bermotor sudah terealisasi 36 persen, dan retribusi terminal sudah terealisasi 32 persen. Sehingga untuk realisasi PAD di triwulan pertama dinilai aman. Ia yakin sampai batas akhir yang ditentukan nantinya bisa mencapai target 100 persen.

“Kalau triwulan kedua ini, kita akan berupaya agar realisasi PAD bisa lebih meningkat, minimal 50 persen secara keseluruhan,” imbuhnya.(fat/wir)

Keterangan gambar: Toha Mashuri, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Blitar.(foto : fathan)

Related posts

Leave a Comment