Ratusan Koperasi di Blitar Terancam Dibubarkan

ADAKITANEWS, Blitar – Berdasarkan data yang ada di Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Blitar, hingga saat ini jumlah total koperasi yang terdaftar ada 977 koperasi. Sebanyak 463 koperasi aktif dan 514 koperasi tidak aktif.

“Dari jumlah total koperasi tidak aktif sebanyak 514 koperasi, 171 diantaranya saat ini dalam proses pembubaran dan dipastikan segera dibubarkan. Sedangkan sisanya sebanyak 343 koperasi tidak aktif tersebut, saat ini terus dalam pembinaan agar nantinya tidak sampai dibubarkan oleh Pemerintah Pusat,” kata Didik Wahyudi, Kepala Bidang Kelembagaan dan pengawasan Koperasi Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Blitar, Senin (28/01).

Didik menjelaskan, SK pembubaran 171 koperasi tersebut sudah diterbitkan. Namun hingga kini masih menunggu waktu pembubaran yang bakal dilakukan langsung oleh Pemerintah Pusat.

Menurutnya, koperasi yang dibubarkan tersebut karena bermasalah, tidak aktif, tinggal nama saja, tidak ada RAT (Rancangan Anggaran Tahunan) termasuk koperasi bodong. “Jadi pembubaran ini dilakukan oleh Pemerintah Pusat. Nah ini untuk pembenaran database,” pungkasnya.

Selain pembubaran, di awal 2019 ini juga ada 6 pengajuan pendirian koperasi baru. Pengajuannya sendiri menyebar di beberapa wilayah, seperti di Wlingi, Ponggok, Kademangan, Srengat, Gandusari dan lain-lain.

“Ada 6 pengajuan pendirian koperasi baru. Jenis koperasinya juga berbeda-beda, seperti koperasi angkutan, koperasi bagi petani, koperasi bagi peternak sapi, koperasi bagi pedagang, dan koperasi bagi konsumen produsen,” paparnya.

Didik menambahkan, penentuan layak atau tidak koperasi tersebut berdiri dan beroperasi merupakan kewenangan Pemerintah Pusat, sedangkan Pemerintah Daerah hanya bertugas untuk memberikan penyuluhan.(fat/wir)

Keterangan gambar: Didik Wahyudi, Kepala Bidang Kelembagaan dan pengawasan Koperasi Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Blitar.(foto : fathan)

Related posts

Leave a Comment