Proyek Jamban Warga Miskin Mangkrak

ADAKITANEWS, Sidoarjo – Proyek pengadaan pembangunan jamban sehat bagi masyarakat miskin di Kabupaten Sidoarjo mangkrak.

Beberapa warga penerima bantuan program jamban sehat dari Pemerintah Kabupaten Sidoarjo dengan anggaran APBD tahun 2018 tersebut pun sempat mengeluh akibat mangkraknya proyek. Bahan-bahan bangunan proyek yang mangkrak, mengganggu aktivitas rumah tangga lantaran keramik dapur hingga kamar mandi yang sudah dilubangi oleh pihak pelaksana.

Dari data yang berhasil dihimpun Tim Adakitanews, proyek pengadaan pembangunan jamban sehat bagi masyarakat miskin di Desa Wonokasian Kecamatan Wonoayu Kabupaten Sidoarjo tersebut, memiliki nilai pagu paket Rp 665 juta dengan hasil nilai HPS paket Rp 659.868.000. Anggaran tersebut bersumber dari dana APBD Kabupaten Sidoarjo tahun 2018, dan ditangani oleh Satuan Kerja Dinas Perumahan dan Permukiman Kabupaten Sidoarjo dengan sistem tender.

Dari pantauan di lokasi, terlihat dapur dan kamar mandi salah satu warga penerima sudah dilubangi untuk saluran pipa. Terlihat pula, yang terpasang hanya kloset saja dengan pipa berukuran 4 dim yang tergeletak belum terpasang.

“Kita ini dapat bantuan sebenarnya senang. Tapi ini dapat bantuan dari pemerintah malah bikin masalah, karena sering menyandung kaki,” keluh Kasmu, 53, warga Dusun Kersan RT 16/RW 6 Desa Wonokasian yang juga mendapat Program Jamban Sehat, Selasa (22/01).

Warga pun berharap agar proyek tersebut bisa segera diselesaikan. Sebab jika tidak, beberapa warga yang sudah terlanjur membeli bis beton untuk septictank rembasan, terpaksa akan melanjutkan sendiri untuk membangun jamban (WC) yang kini mangkrak tersebut.

“Membeli bis beton (brombong-jawa,red) untuk resapan, karena kalau rencananya septictanknya cuma tangki bio, katanya. Kan kalau cuma tangki bio gak bisa banyak menampungnya jadi orang-orang tambahin sendiri beli brombong dengan uang pribadi, lha kok mangkrak,” ungkap Kholidin warga penerima.

Beberapa warga masyarakat Desa Wonokasian Kecamatan Wonoayu Kabupaten Sidoarjo akan menunggu formasi dari pihak terkait dalam hal ini pemerintah untuk kelanjutan proyek pengadaan tersebut. “Saya dan warga yang lain disini menunggu informasi kelanjutannya, jadi sementara brombong yang sudah terlanjur dibeli rencananya dipendam ditahan dulu hingga menunggu informasi kelanjutannya,” ungkap Kholidin.

Sementara berdasarkan data dari Pemerintah Desa Wonokasian, warga Desa Wonokasian yang menerima pengadaan pembangunan jamban sehat bagi masyarakat miskin di tahun 2018 tercatat sebanyak 134 warga. Dari jumlah tersebut, hanya beberapa warga yang baru dikerjakan dan itupun tidak ada yang selesai.

“Dari rencananya, menurut pemberitahuan, dari 134 warga yang dapat, sekitar 20 titik yang dikerjakan itupun belum selesai atau mangkrak,” kata Hendra, salah satu Perangkat Desa Wonokasian kepada Tim Adakitanews saat ditemui di Kantor Desa, Selasa (22/01).

Dikatakan Hendra, pihaknya selaku perangkat Desa berharap ada kejelasan untuk kelanjutan bantuan pengadan jamban yang diterima warganya lantaran untuk memberi tahukan kepada warganya. “Saya berharap segera bisa mendapat kejelasan dari pihak terkait biar kalau ditanya warga saya saya tidak bingung jawabnya,” katanya.(sid3)

Keterangan gambar : Salah satu warga penerima bantuan pembangunan jamban sehat bagi masyarakat miskin tahun 2018 menunjukkan lantai dapur di rumahnya yang sudah dilubangi.(foto : andri santoso)

Related posts

Leave a Comment