Polisi Tahan 80 Kendaraan Jelang Tradisi Suroan

ADAKITANEWS, Kota Madiun – Meski secara umum kondisi keamanan di wilayah Kota Madiun tergolong aman, lancar, dan terkendali, namun pihak kepolisian tetap perlu melakukan penindakan tegas bagi yang terbukti melanggar maklumat kesepakatan menjelang Tradisi Suroan.

Seperti dalam Operasi Aman Suro tahap I yang digelar jajaran Polres Madiun Kota sejak Rabu (20/09) hingga Kamis (21/09) kemarin. Selain telah mengeluarkan 150 lembar surat tilang, sebanyak 80 kendaraan juga berhasil diamankan dalam operasi tersebut.

Kapolres Madiun Kota, AKBP Sonny Mahar Budi Adityawan menyatakan, keberhasilan menciptakan situasi aman dan kondusif di wilayah Kota Madiun dan sekitarnya adalah kerjasama yang saling terkoordinasi antara Polres Madiun Kota dan Polres penyangga lainnya. Seperti Polres Ngawi, Polres Magetan, Polres Ponorogo, serta Polres Madiun, beserta seluruh elemen masyarakat.

“Polres Madiun Kota dalam kegiatan Operasi Aman Suro tahap I, telah melakukan penindakan tegas namun terukur kepada peserta kegiatan yang telah melanggar maklumat bersama, utamanya penggunaan roda dua,” jelas Kapolres AKBP Sonny Mahar Budi Adityawan, dalam pers rilis, Jumat (22/09) di halaman Polres Madiun Kota.

AKBP Sonny menambahkan, bentuk pelanggaran terhadap pemakaian roda tersebut bisa menimbulkan potensi kerawanan serta gesekan dengan pihak lainnya. Sehingga tujuan dilakukan penahanan dan penilangan, adalah untuk memberikan efek jera serta memberikan pemahaman agar peserta suroan tidak melakukan pelanggaran maklumat bersama.

“Penahanan dan penilangan sepeda motor terpaksa dilakukan karena peserta melanggar isi maklumat bersama, yang tentunya bisa menimbulkan potensi kerawanan dengan pihak lain sehingga ini juga merupakan efek jera agar isi maklumat dipatuhi atau tidak dilanggar,” lanjut Kapolres panjang lebar.

Untuk selanjutnya, bagi pengendara yang terkena tilang dipersilakan memproses di pengadian atau kejaksaan. Namun bagi sepeda motor yang ditahan di Polres Madiun Kota, akan diberikan setelah acara Suran Agung selesai digelar.

Kapolres mengungkapkan jika saat dilakukan penilangan atau penahanan, banyak peserta yang mencoba memberikan alasan agar tidak ditilang ataupun ditahan kendaraannya. Seperti mengaku tidak tahu isi maklumat, salah jalan, atau mengatakan jika jarak tempuh cukup dekat. Namun Kapolres dengan tegas menyatakan jika maklumat, melarang penggunaan roda dua alias wajib menggunakan roda empat.

Kedepan Kapolres menyatakan petugas akan bertindak tegas terhadap pelanggaran hukum ataupun pelanggaran isi maklumat bersama. Untuk kegiatan Tradisi Suroan selanjutnya yaitu Suran Agung oleh Perguruan Silat Winongo Tunas Muda, prosesnya hampir sama yaitu dilakukan penyekatan di setiap perbatasan, utamanya bagi peserta yang menggunakan roda dua akan diberhentikan.

“Kita tidak membedakan, nantinya proses pengamanan di perbatasan akan dilakukan penyekatan sehingga jika ada peserta yang naik roda dua bisa dipinggirkan dan bersama akan masuk Kota Madiun dengan menaiki truk. Adapun jika ada yang lolos akan kami lakukan penilangan dan penahanan,” jelentreh Kapolres.(bud)

Keterangan gambar : Kapolres Madiun Kota, AKBP Sonny Maher Budi Adityawan didampingi Wakapolres Madiun Kota, Kompol Mujito dalam pers rilis. (bawah) Proses penilangan dan penahanan roda dua peserta oleh Kasatlantas Polres Madiun Kota pada Kamis (21/09).(foto : budiyanto/ist)

Related posts

Leave a Comment