Penyerapan Anggaran Pembangunan RS Srengat Dipastikan Tak Maksimal

ADAKITANEWS, Blitar – Pembangunan Rumah Sakit (RS) di Kecamatan Srengat Kabupaten Blitar sudah mulai dilakukan sejak awal September 2018 lalu. Sebulan pasca dimulainya pembangunan tersebut, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Blitar akhirnya melakukan evaluasi bersama Bupati Blitar, Selasa (23/10)

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar, Kuspardani mengatakan, berdasarkan hasil pantauan di lapangan, penyerapan anggaran pembangunan RS Srengat yang mencapai Rp 90 miliar pada tahap pertama dipastikan tidak bisa terserap semuanya. Pasalnya, waktu yang tersedia untuk melakukan pembangunan tahap pertama hanya sekitar 4 bulan, terhitung mulai 10 September 2018 hingga akhir Desember 2018.

“Dalam waktu sekitar 4 bulan ini, tidak mungkin menyerap semuanya. Kemungkinan bisa menyerap sekitar Rp 50 miliar. Sehingga sisanya akan masuk Sisa Lebih Penggunaan Anggaran (Silpa) 2018, dan akan digabung dengan anggaran tahap berikutnya di 2019 nanti,” ujar Kuspardani usai evaluasi.

Lebih lanjut Kuspardani menjelaskan, bahwa evaluasi bersama pimpinan ini untuk melaporkan progres pembangunan Rumah Sakit Srengat. Rencananya, evaluasi bersama pimpinan ini akan digelar rutin setiap sebulan sekali.

“Kalau rapat evaluasi teknis sudah rutin kita lakukan setiap seminggu sekali. Tapi untuk evaluasi dengan pimpinan kita agendakan minimal 1 bulan sekali. Tentunya evaluasi ini untuk melaporkan progres pembangunan,” pungkasnya.

Untuk selanjutnya, kata Kuspardani, evaluasi direncanakan akan digelar langsung di lokasi pembangunan gedungnya. Menurutnya, hingga saat ini masih belum banyak progres pada pembangunan, mengingat masih mulai dikerjakan sekitar sebulan.

“Kita melihat ini pekerjaan yang luar biasa, karena tiang pancang yang jumlahnya 300 lebih sudah terpasang semua. Bahkan urukan volume juga luar biasa, sebab lebih dari 9 ribu meter kubik sudah bisa terlaksana,” jelasnya.

Sementara itu, Bupati Blitar, Drs H Rijanto MM mengatakan, dalam evaluasi tersebut sudah dipaparkan terkait progres pembangunan Rumah Sakit Srengat oleh kontraktor, manajemen konstruksi, maupun pengawas perencana. Selain itu, menurut Bupati, masukan dan saran dari semua pihak dalam evaluasi tersebut sangat positif.

“Tentunya ini menjadi catatan dan masukan agar bekerja benar-benar profesional sesuai dengan aturan. Ini kan dana dari negara, dari rakyat, tentu diyakini bisa menjadi kebanggaan semuanya dan bisa memberikan pelayanan kesehatan bagi warga Blitar bagian barat,” imbuhnya.

Untuk diketahui, pembangunan Rumah Sakit Srengat dilakukan secara multi years melalui APBD Kabupaten Blitar. Untuk tahun ini dianggarkan Rp 90 miliar, dan tahun 2019 dianggarkan Rp 90 miliar. Sehingga total anggaran untuk pembangunan Rumah Sakit Srengat sebesar Rp 180 miliar.(fat/wir)

Keterangan gambar: Suasana evaluasi bersama Bupati Blitar di Pendopo Ronggo Hadi Negoro.(foto : fathan)

Related posts

Leave a Comment