Pelebaran Jembatan di Sutojayan Blitar Belum Dianggarkan

ADAKITANEWS, Blitar – Pemerintah Kabupaten Blitar tampaknya harus bersiap mencari anggaran untuk pembangunan jembatan di wilayahnya. Pasalnya, tahun depan lima jembatan di Kecamatan Sutojayan bakal dilebarkan lantaran terkena dampak normalisasi sungai.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Blitar Harpiyanto Nugroho mengaku, hingga kini pihaknya masih belum menganggarkan dana untuk pembangunan jembatan di Kecamatan Sutojayan. Sebab, pembangunan jembatan itu baru direalisasikan setelah normalisasi usai.

“Karena normalisasi sungai selesai tahun depan, maka pembangunan jembatan dianggarkan tahun 2019,” kata Harpi, Rabu (14/02).

Menurut Harpi, saat ini pihaknya masih mendata terkait kondisi jembatan dan juga perencanaan pembangunan. Ia berharap agar bisa menaksir anggaran yang dibutuhkan untuk pembangunan jembatan tersebut. “Menurut informasi dari BBWS, ada sekitar lima jembatan yang bakal terkena dampak normalisasi. Jadi kami akan mengkalkulasi soal anggaran yang dibutuhkan untuk pelebaran jembatan,” pungkasnya.

Lebih lanjut Harpi menjelaskan, anggaran untuk pelebaran jembatan rencananya akan diambilkan dari APBD 2019. “Kemungkinan besar akan menggunakan APBD Kabupaten Blitar,” ujarnya.

Sementara itu, Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Blitar Budiono mengatakan, sampai sekarang Pemkab Blitar masih belum menganggarkan dana untuk pelebaran jembatan di Sutojayan yang terkena dampak normalisasi. Meski demikian, pihaknya masih belum tahu pasti, nantinya pelebaran jembatan tersebut akan dianggarkan dana dari APBD atau APBN.

“Yang jelas, sampai saat ini masih belum ada anggaran yang diajukan untuk pembangunan pelebaran jembatan di Kecamatan Sutojayan,” ungkapnya.

Namun, pihaknya berharap agar pembangunan pelebaran jembatan itu dianggarkan melalui APBN. Sebab, pelebaran jembatan itu dilakukan karena dampak dari normalisasi dan bukan karena rusak.

“Kan, anggaran untuk normalisasi juga besar, jadi seharusnya pelebaran jembatan anggarannya satu paket dengan normalisasi sungai,” imbuhnya.

Untuk diketahui, proyek normalisasi Sungai Kedut Unut dan Bogel, dilaksanakan dengan sistem Multi Years dan ditargetkan selesai Desember 2019 dengan anggaran sebesar Rp 180 miliar dari APBN terhitung sejak 2017. Dalam normalisasi itu, rencananya Sungai Gesing akan dilebarkan 15 meter, sedangkan Sungai Bogel dilebarkan hingga 35 meter.(fat/wir)

Keterangan gambar: Jembatan di Kelurahan/Kecamatan Sutojayan yang bakal terkena dampak normalisasi Sungai Kedut Unut dan Bogel.(ist)

Related posts

Leave a Comment