Pedagang Korban Kebakaran Pasar Porong Berharap Segera Dapat Ganti Rugi

ADAKITANEWS, Sidoarjo – Kebakaran Pasar Porong Sidoarjo pada tahun 2016 silam yang menghanguskan beberapa blok pasar serta barang dagangan pedagang, hingga kini masih menyisakan duka. Walaupun pendataan jumlah kerugian sudah pernah dilakukan, namum hingga kini ganti rugi maupun relokasi bagi pedagang belum juga diterima.

Pasca peristiwa itu, pedagang yang tidak mau sisa barang dagangannya terbangkalai memilih untuk tetap berjualan di stan yang terbakar, dengan membangun sendiri bangunan stan.

Ridho, 35, warga asli Sidoarjo yang merupakan pedagang snack di Blok L mengatakan, walau kerugian yang dialaminya tidak begitu besar, ia tetap berharap ada ganti rugi untuk barang dagangannya yang saat itu ikut ludes dilalap api.

“Memang pasca kebakaran dulu para pedagang terpaksa membersihkan sendiri puing-puing bangunan bekas kebakaran, dan keluar biaya sendiri dari kantong pedagang pribadi,” keluhnya.

Dari lima blok stan Pasar Porong yang terbakar tersebut, sebagian besar merupakan penjual gerabah, bumbu dan snack. Pedagang memilih untuk terus berdagang lantaran takuta stand mereka akan diambil alihkan kepada orang baru. “Pasca kebakaran hingga hari ini tidak ada kejelasan soal kompensasi maupun ganti ruginya kapan turun,” kata Ridho kepada Tim Adakitanews saat ditemui di Pasar Porong, Senin (22/10).

Menanggapi hal itu Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sidoarjo, H Sulamul Hadi Nurmawan mengungkapkan bahwa sebenarnya pada tahun ini pihaknya sudah meminta kepada eksekutif untuk dianggarkan melalui dana APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah) Pemerintah Kabupaten Sidoarjo.

“Di tahun 2018 kami memang sudah minta untuk dianggarkan di APBD saja, tidak usah mengandalkan DAK pusat. Dan ternyata benar DAK-nya tidak turun,” ungkap Gus Wawan, panggilan akrab Ketua DPRD Sidoarjo tersebut kepada wartawan.

Akhirnya, lanjut Gus Wawan, DPRD pun mewajibkan pada APBD tahun 2019 nanti harus ada anggaran untuk perbaikan Pasar Porong yang terbakar. “Tahun 2019 kita wajibkan harus sudah selesai. Dana yang diajukan menjadi Rp 20 miliar dan DPRD menyutujui jumlah tersebut,” terang Gus Wawan.

Dari nominal anggaran Rp 20 miliar tersebut, dalam perencanaannya akan diperuntukkan untuk semua hal yang menyangkut dampak kebakaran Pasar Porong seperti uang pengganti, rehab dan sebagainya.

“Di tahun 2019 nanti DPRD tidak mau tahu soal sumber dana. Yang penting tahun depan anggaran dari APBD harus turun dan sampai ke persoalan itu dan selesai,” tegasnya.(sid3)

Keterangan gambar : Kondisi terkini blok Pasar Porong Sidoarjo yang terbakar.

Related posts

Leave a Comment