Mutasi 269 Pejabat, Bupati: Evaluasi Kinerja 2 Tahun

ADAKITANEWS, Blitar – Pemerintah Kabupaten Blitar kembali menggelar mutasi, Jumat (02/03) pagi di Pendopo Ronggo Hadi Negoro.

Kali ini, Pemkab Blitar melakukan pelantikan dan pengambilan sumpah janji jabatan pimpinan tinggi pratama dan jabatan administrasi. Pelantikan ini diikuti 269 Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemkab Blitar.

Bupati Blitar, Drs H Rijanto MM mengatakan, penempatan pejabat ini sudah melalui proses yang cukup panjang, sangat transparan, dan obyektif. Menurutnya, para pejabat kali ini kebanyakan masih berusia muda. Harapannya, generasi muda akan membuat Kabupaten Blitar semakin solid untuk menyongsong Kabupaten Blitar kearah lebih baik lagi.

Orang nomor satu di Kabupaten Blitar ini menegaskan, sesuai mekanisme dan kinerja yang ada, ada perjanjian kinerja selama 2 tahun. Artinya jika mereka tidak bisa menunjukkan kinerja yang baik dan tidak sesuai visi misi Bupati dan Wakil Bupati, maka akan dimutasi atau bahkan diturunkan.

“Tentunya mutasi akan terus berlanjut. Jadi tahun ini merupakan tahun penataan organisasi dan penataan personel. Dalam waktu dekat, kita akan melakukan mutasi kembali, karena pimpinan RSUD Ngudi Waluyo dan PDAM juga masih kosong,” jelas Buupati.

Dalam pelantikan 269 ASN tersebut, rinciannya yakni eselon II b sebanyak 7 orang, eselon III a sebanyak 28 orang, eselon III b sebanyak 41 orang, eselon IV a sebanyak 149 orang, dan eselon IV b sebanyak 44 orang.

Sedangkan untuk pimpinan pratama setingkat eselon II, sebanyak 6 orang yang sebelumnya telah dinyatakan lolos fit and propert seleksi lelang jabatan untuk mengisi kekosongan OPD lingkup Pemkab Blitar. Yakni Kepala Bakesbang Dicky Cobandomo, Kepala Kominfo Eko susanto, Kepala Dinas Peternakan Wawan Widianto, Kepala dinas Tenaga kerja Haris Susanto, Kepala Dinas PMPTSP Ruly Wahyu Prasetyo, kepala Disperindag Puguh Imam Susanto, dan Kepala Dinas pemukiman Agus Santoso.

Sementara itu, Ketua DPRD Kabuoaten Blitar, Suwito Saren Satoto berharap, para pejabat muda ini bisa lebih cepat dalam melakukan kinerjanya. Sedangkan untuk jabatan yang masih kosong, seperti pimpinan RSUD Ngudi Waluyo, ia meminta untuk secepatnya segera dilakukan pengisian.

“Kita minta secepatnya Pemkab Blitar mengisi jabatan yang masih kosong. Karena pejabat sementara tentu tidak bisa mengambil kebijakan,” imbuhnya.(fat/wir)

Keterangan gambar: Suasana pengambilan sumpah.(foto : fathan)

Related posts

Leave a Comment