Musim Kemarau, Petani Keluarkan Biaya Ekstra Untuk Mengairi Sawah

ADAKITANEWS, Tulungagung – Musim kemarau seperti saat ini, kerap menjadi permasalahan tersendiri bagi para petani. Salah satunya seperti yang terjadi di Desa Wates Kecamatan Sumbergempol Kabupaten Tulungagung, petani harus mengeluarkan biaya ekstra untuk mengairi tanamannya.

Sejumlah petani terpaksa harus menggunakan diesel untuk menyedot air dari sumur bor yang mereka siapkan di sawah. Kondisi ini sudah terjadi dalam 2 bulan terakhir, sejak saluran irigasi yang biasa digunakan petani mengalami kekeringan karena tidak ada air yang mengalir.

“Sudah 2 bulan ini harus menggunakan diesel, karena irigasinya kering,” kata Slamet, salah seorang petani setempat.

Karena itu Slamet mengaku dirinya harus mengeluarkan biaya tambahan sebesar Rp 300 ribu untuk menyewa diesel, mulai pagi hingga siang hari.

“Karena saya tidak punya diesel, ya harus sewa Rp 300 ribu,” ujarnya.

Lanjut Slamet, lain lagi bagi petani yang punya diesel sendiri. Mereka hanya butuh membelikan bahan bakar saja, dan biayanya menjadi lebih sedikit.

Hal yang sama juga dialami Khoiri, petani lainnya. Selain biaya sewa diesel, dia juga harus menambah lagi ongkos untuk membuat sumur bor yang totalnya bisa mencapai ratusan ribu rupiah.

“Sekarang ini saya tanami jagung, karena susah untuk mendapatkan air,” pungkasnya Khoiri.(bac)

Keterangan gambar : Petani sedang mengairi sawahnya dengan mesin diesel.(foto : acta cahyono)

Related posts

Leave a Comment