Mas Dhito Kenalkan Kampung Angrek Kediri ke Ganjar Pranowo

ADAKITANEWS, Kediri – Pandemi yang terjadi beberapa tahun belakangan ini diketahui telah menghantam pergerakan sektor wisata di Indonesia, termasuk Kabupaten Kediri.

Salah satu yang terkena imbas masa-masa sulit selama pandemi tersebut yakni Kampung Anggrek yang berada di lereng Gunung Kelud, tepatnya di Dusun Semberpetung Desa Sempu Kecamatan Ngancar.

“Kampung Anggrek ini memang potensi wisatanya sangat luar biasa. Tapi karena pandemi, turunnya (kunjungan wisata,red) agak jauh,” kata Bupati Kediri yang akrab disapa Mas Dhito usai mendampingi Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo saat berkunjung ke Kampung Anggrek, Sabtu (16/04).

Mas Dhito mengatakan, sebelum pandemi, kunjungan wisatawan ke Kampung Anggrek saat tahun baru dalam sehari bisa 10.000 pengunjung.

“Kita bekerja keras untuk menarik tempat-tempat wisata ini supaya dapat hidup kembali, terutama di daerah Ngancar,” bebernya.

Strategi yang akan dilakukan Mas Dhito untuk bisa menarik kunjungan wisata di lereng Gunung Kelud itu salah satunya dengan meresmikan rest area dan penginapan.

Lokasinya berada di Kampung Nanas yang tak jauh dari Kampung Anggrek dan dekat dengan jalur utama wisata Gunung Kelud.

“Nanti insyaAllah setelah lebaran akan kita resmikan rest area Kampung Nanas ini, beserta tempat penginapan dengan harapan Kampung Anggrek ini juga bisa bangkit kembali,” bebernya.

Saat mendampingi kunjungan Ganjar Pranowo, Mas Dhito mengaku juga menyempatkan diri bertukar pikiran terkait pengembangan beberapa hal. Termasuk, salah satunya destinasi wisata yang ada di Kampung Anggrek.

Menurut Mas Dhito, pengembangan Kampung Anggrek itu, tinggal exposurenya. Artinya bagaimana masyarakat luas nantinya bisa mengetahui bahwa di Kampung Anggrek itu bukan hanya memperlihatkan tanaman bunga anggrek, namun termasuk bagaimana proses pengembang biakan bunga anggrek yang indah dan bernilai ekonomi tinggi.

Sementara itu, Direktur PT Anugerah Anggrek Nusantara, Zainudin menyampaikan, di Kampung Anggrek setidaknya ada 15 jenis koleksi bunga anggrek. Pun begitu, Kampung Anggrek saat ini fokus pengembangbiakan empat jenis anggrek yakni anggrek bulan, dendrobium, vanda dan cattleya.

Zainudin mengakui selama pandemi pengunjung sangat sepi. Dia berharap dengan kondisi pandemi yang mulai membaik ini, saat libur lebaran 2022 nanti akan berdampak terhadap peningkatan kunjungan wisata. Pihaknya pun menyiapkan kegiatan bursa anggrek dan tanaman hias serta persiapan stok anggrek.

“Terutama untuk anggrek bulan dan dendrobium karena untuk vanda dan cattleya pembelinya tidak terlalu banyak,” ucapnya.(*/kur)


Keterangan gambar: Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana bersama dengan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo.(kedirikab.go.id)

Related posts

Leave a Comment