LDII Minta KIM Aplikasikan Hasil Pelatihan Jurnalistik Sebagai Media Dakwah

ADAKITANEWS, Kediri – Anggota Komunikasi Informasi Media (KIM) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kota/Kabupaten Kediri diminta untuk mengaplikasikan berbagai pelatihan jurnalistik yang selama ini telah mereka ikuti.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Ketua Pondok Pesantren Wali Barokah, Drs H Sunarto, M.Si, dalam acara buka puasa Bersama, antara Pengurus LDII Kota/Kabupaten Kediri dan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kediri, Rabu (13/04).

“Saya berharap setelah mendapat pelatihan jurnalistik dari PWI Kediri beberapa waktu lalu, KIM bisa serius mengaplikasikannya sebagai media dakwah kita kepada masyarakat,” kata Sunarto.

Sunarto mengatakan, komunikasi merupakan hal penting dalam dakwah. Baik secara internal, maupun eksternal. Salah satunya yakni memberikan informasi terkait kegiatan LDII kepada masyarakat.

“Pelatihan jurnalistik yang telah diikuti, diharapkan bisa menjadi dasar untuk mengolah informasi, baik itu kegiatan LDII. Selain menjadi dokumentasi, juga bisa sebagai media dakwah kita kepada masyarakat,” imbuhnya.

Di tempat yang sama, Ketua LDII Kota Kediri, Agung Riyanto menambahkan, selain mengikuti pelatihan jurnalistik yang diselenggarakan bersama PWI Kediri, secara nasional LDII Pusat juga telah beberapa kali memberikan pelatihan serupa secara daring.

“Sekarang dalam rangka momen bulan Ramadan, ada kegiatan kami yakni Hikmah Ramadan selama sepuluh menit. Isinya adalah tausiyah dari ustaz-ustaz dan guru-guru pondok. Itu juga sekarang jadi praktik bagi teman-teman KIM untuk diolah menjadi sebuah tulisan,” tambahnya.

Sementara itu menurut Ketua PWI Kediri, Bambang Iswahyoedhi, program kerja pengurus PWI Kediri 2021-2024 salah satunya adalah menjalin kerjasama dengan lembaga-lembaga, termasuk LDII.

Dikatakan Bambang, bahwa LDII mempunyai potensi yang besar dalam hal komunikasi. Dengan jumlah santri yang besar dan mengakar hingga ke seluruh daerah di Indonesia bahkan mancanegara, penyampaian informasi akan jauh lebih cepat dan memiliki pengaruh yang luar biasa.

“(Kerjasama,red) ini juga merupakan bagian dari program kerja kami. Bayangkan saja, kalau satu berita dibaca oleh seluruh santri, ditambah dengan keluarganya bahkan teman-teman atau tetangga-tetangganya, pasti bisa langsung viral,” kata pria yang akrab disapa Pak Benk ini.

Meski saat ini dunia jurnalistik sedang dihadapkan dengan permasalahan besar, yakni media sosial, namun Bambang dan PWI Kediri mengaku optimis media massa tetap akan memiliki tempat tersendiri di masyarakat.

“Media sosial itu begitu nulis bisa langsung diunggah tanpa melewati proses-proses kejurnalistikan. Nah, kalau karya jurnalistik, tidak bisa. Setelah ditulis oleh wartawan, harus dibarengi dengan data-data dan informasi yang valid. Baru kemudian masuk di dapur redaksi untuk dikoreksi. Apakah ada yang salah, ada yang kurang, dan sebagainya. Baru kemudian bisa dinaikkan menjadi sebuah berita dan dikonsumsi oleh publik,” tutupnya.(kur)


Keterangan gambar: Buka bersama PWI Kediri dan pengurus LDII Kota/Kabupaten Kediri di Pondok Pesantren Wali Barokah.(foto: Kurniawan)

Related posts

Leave a Comment