Lawan Berita Hoax, Bupati Blitar Ajak Masyarakat Cek dan Ricek Sebelum Sebarkan

ADAKITANEWS, Blitar – Satu diantara rangkaian acara Musyawarah Koordinator Daerah (Muskorda) Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Blitar adalah seminar dengan tema ‘Peran Media Televisi dalam Menangkal Hoax Jelang Pileg dan Pilpres 2019’, Selasa (13/11) siang di Pendopo Ronggo Hadi Negoro. Seminar itu dibuka langsung oleh Bupati Blitar.

Dalam sambutannya, Bupati Blitar, Drs H Rijanto MM meminta masyarakat agar lebih teliti saat menyebarkan informasi atau berita di media sosial. Masyarakat diminta melakukan cek dan ricek sebelum ikut menyebarkan informasi maupun berita ke media sosial.

“Masyarakat harus saring dulu sebelum share informasi atau berita di media sosial. Jangan sampai kita ikut-ikutan menyebarkan beria hoax di media sosial,” kata Rijanto.

Rijanto mengatakan, di era digital ini pertumbuhan media online dan media sosial sangat pesat. Hal itu juga memicu banyaknya berita bohong yang beredar di media sosial. Sehingga masyarakat harus lebih jeli dan teliti lagi saat ingin menyebarkan berita maupun informasi di media sosial.

Selain itu Rijanto juga mengajak semua media baik televisi, cetak, online, maupun radio agar ikut mencegah penyebaran hoax. Karena menurutnya, media punya peranan penting untuk membangun opini di masyarakat. Untuk itu, media harus menyebarkan informasi positif di masyarakat.

“Membangun informasi positif di era terbukaan publik memang susah. Untuk itu, mari kita sama-sama melawan hoax,” katanya.

Tak lupa, orang nomor satu di Kabupaten Blitar ini juga mengucapkan selamat atas terbentuknya Korda IJTI Blitar. Bupati berharap para pengurus Korda IJTI Blitar yang baru terpilih ikut membangun perkembangan informasi positif di Blitar. “Kami berharap IJTI bisa bersinergi dengan Pemkab Blitar dalam membangun Kabupaten Blitar lebih maju,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Korda IJTI Blitar, Yosibio Novianto mengatakan, acara seminar ini diikuti perwakilan pelajar, mahasiswa, polisi, dan instansi pemerintahan. Lewat seminar itu, ia mengajak masyarakat lebih bijak dalam menyebarkan berita atau informasi di media sosial.

Apalagi, lanjut Yosi, menjelang pileg dan pilpres banyak berita yang belum diketahui kebenarannya beredar luas di media sosial. Masyarakat harus pandai memilah dan memilih berita atau informasi sebelum menyebar di media sosial.

“Kuncinya harus cek dan ricek dulu sebelum share berita atau informasi di media sosial. Itu langkah awal untuk menangkal penyebaran hoax di masyarakat,” imbuhnya.(fat/wir)

Keterangan gambar: Suasana seminar di Pendopo Ronggo Hadi Negoro.(foto : fathan)

Related posts

Leave a Comment