Langgar Jam Operasional, Lapak PKL Diangkut Petugas

ADAKITANEWS, Kota Madiun – Dianggap mengganggu ketertiban, keindahan, serta tidak menaati jam buka usaha, beberapa kelengkapan PKL diangkut petugas Satuan Polisi Pamong Praja Kota Madiun, Selasa (26/09).

Penertiban dilakukan oleh sekitar 21 petugas Satpol PP kepada padagang kaki lima khususnya yang berada di sekitar alun – alun Kota Madiun mulai pukul 08.00 WIB.

Di jalan alun-alun utara, petugas hanya menemukan lapak serta gerobak kosong tanpa dagangan maupun pemiliknya. Petugas pun akhirnya mengangkut lapak penjual makan tersebut ke atas truk Satpol PP.

Berdasarkan pengamatan di lapangan, saat dilakukan penertiban sebenarnya ada pedagang yang menggelar dagangannya. Namun begitu melihat petugas dari kejauhan, pedagang tersebut langsung melarikan diri beserta dagangannya.

Meski demikian, penertiban hari itu tetap membuahkan hasil. Petugas Satpol PP Kota Madiun, tetap mengangkut peralatan dagang PKL yang ditinggal di lokasi. Diantaranya meja, tenda atau terpal, kursi, gelas, piring, yang semuanya dibawa untuk diamankan di Kantor Satpol PP Kota Madiun.

Kepala Bidang Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat (Tibumtranmas) Satpol PP Pemkot Madiun, Agus Sugiri menyatakan jika operasi ini dilakukan sebagai kegiatan rutin oleh Satpol PP. Alun-alun menjadi sasaran karena sesuai pengamatan, PKL dianggap tidak mematuhi ketentuan jam buka atau operasional.

Sesuai kesepakatan yang tercantum dalam perda, jika jam buka PKL di wilayah alun – alun harus diatas pukul 12.00 WIB hingga pukul 24.00 WIB dengan tenda bongkar pasang.

“Operasi hari ini, merupakan perintah langsung dari Kasatpol PP dikarenakan para pedagang kaki lima ini tidak mematuhi aturan yang sudah disepakati yaitu PKL alun – alun baru boleh beroperasi mulai pukul 12.00 WIB hingga pukul 24.00 WIB dengan tenda bongkar pasang,” jelas Agus Sugiri.

Terkait hasil operasi yang dilaksanakan pada pukul 08.00 WIB tersebut, Agus menyatakan jika ada dua buah gerobak yang diamankan serta beberapa lapak tanpa pemilik.

Untuk barang – barang yang diangkut oleh petugas Satpol PP tersebut, Agus menuturkan hal itu merupakan kewenangan penyidik Satpol PP. Apakah akan dibina atau ditindak lanjuti merupakan kewenangannya.

Sementara itu hasil pengamatan Tim Adakitanews.com pasca penertiban, petugas Satpol PP bersama personel dari TNI dan Polri masih terlihat menjaga seputaran alun – alun untuk memastikan tidak ada pedagang yang nekat kembali berjualan.

Diketahui, selain Satpol PP yang menerjunkan 21 personel, penertiban kali itu juga diback up oleh anggota kepolisian dengan 8 personel, Kodim 4 personel, dan Pom AD 4 personel. Untuk memperlancar kegiatan, dikerahkan juga 2 unit truk dari Sarpol PP, serta 4 unit kendaraan roda 4 gabungan dari Kepolisian, maupun dari TNI khususnya dari POM AD.(bud)

Keterangan gambar : Salah satu pemilik gerobak berusaha menahan gerobaknya agar tidak diangkut Satpol PP. (foto: budiyanto)

Related posts

Leave a Comment