Krisis Air Bersih di Tulungagung Meluas

ADAKITANEWS, Tulungagung – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tulungagung kembali melakukan droping air bersih, Selasa (19/09). Pengiriman air bersih kali ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan air bersih di Desa Pakisrejo Kecamatan Tanggunggunung.

Di Desa Pakisrejo tersebut, ada dua dusun yang kesulitan air bersih. Yakni Dusun Pakisrejo yang memiliki 71 KK dengan jumlah warga sekitar 178 jiwa, dan Dusun Jatirejo yang tercatat memiliki 147 KK dengan jumlah warga sekitar 342 jiwa.

Krisis air bersih yang melanda dua dusun itu, selain disebabkan kekeringan sejak tiga bulan lalu, juga diperparah pompa air milik Himpunan Penduduk Pemakai Air Minum (Hippam) mengalami kerusakan sehingga aliran air ke sejumlah rumah warga menjadi tidak lancar.

Diketahui dampak kekeringan di dua dusun itu mulai terjadi sejak tiga bulan terakhir. Beberapa sumber air, sudah tidak mengeluarkan air sehingga warga harus rela menempuh perjalanan tiga hingga empat kilometer untuk mengambil air dari sumber air lainnya. Namun sumber tersebut kini juga sudah menipis ketersediaan airnya.

“Krisis air bersih ini sudah sejak tiga bulan terakhir, dan beberapa sumber air juga menipis airnya. Krisis air bersih ini, katanya, bertambah parah ketika pompa Hippam di saat bersamaan mengalami kerusakan,” ungkap Sumadi warga Dusun Pakisrejo.

Dikonfirmasi secara terpisah, Kepala BPBD Tulungagung, Soeroto mengatakan untuk memenuhi kebutuhan penduduk di Dusun Jatirejo dan Pakisrejo, pihaknya telah mendroping air bersih satu tangki dengan kapasitas 5 ribu liter.

“Kiriman air bersih berdasarkan permintaan dari pemerintah desa (pemdes) yang diteruskan kepada pihak kecamatan. Ini sesuai prosedurnya, terlebih dahulu harus melalui laporan resmi (secara tertulis) dari pemdes hingga tingkat kecamatan,” ungkap Soeroto.

Kata Soeroto, permintaan droping air bersih sebelumnya dilakukan di Kecamatan Besuki yang dipusatkan di dua dusun yakni Dusun Cuhmanuk dan Tumpuk. “Setiap kali pengiriman air bersih kami membawa satu tangki dengan kapasitas 5 ribu liter, jika jumlah itu tidak bisa mencukupi nanti bisa ditambah lagi,” pungkasnya.(ta1)

Keterangan gambar : Warga Desa Pakisrejo, saat mendapatkan kiriman air bersih.(ist)

Related posts

Leave a Comment