Kopri Unusida Deklarasikan Politik Berintegritas

ADAKITANEWS, Sidoarjo – Kopri (Korps PMII Putri) Universitas Nadhlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) mendeklarasikan seruan menolak penggunaan SARA untuk adu domba, politik uang, dan penyebaran hoax dalam perhelatan Pemilu Legislatif dan Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden 2019 di Jayandaru Alun-alun Sidoarjo, Minggu (10/02).

Acara dimulai dengan orasi dan penandatanganan komitmen menolak kampanye hitam menggunakan isu memecah belah bangsa, money politik, di sebuah papan spanduk yang ditandatangani oleh peserta Sekolah Islam Gender (SIG), diantaranya dari UNUSIDA, IAIN Kediri, UNISLA Lamongan, IAIN Jember, UNESA Surabaya, IAIN Tulungagung, UNIPA Surabaya, UNSURI Surabaya, Al-Khozini Sidoarjo).

Koordinator Lapangan, Eka Nur Noviana mengatakan, perhelatan pesta demokrasi Pemilu merupakan sarana kedaulatan rakyat dalam memilih pemimpin yang akan menentukan arah pembangunan dan pengambilan kebijakan publik demi masa depan Indonesia yang lebih cerah dan baik.

“Namun dalam pelaksanaannya masih maraknya politik uang, ujaran kebencian, dan kasus-kasus penghinaan, penghasutan, dan adu domba yang dilakukan oleh aktor-aktor politik untuk kepentingan kemenangan meski sudah dilarang melalui UU,” katanya.

Eka Nur Noviana menambahkan, penggunaan politik uang, kampanye hitam menghina, menghasut dan mengadu domba biasanya dilakukan oknum tertentu demi kepentingan memengaruhi suara pemilih.

Dalam aksinya para peserta deklarasi juga meneriakkan naskah deklarasi yang isinya, menolak dan melawan politik uang serta penghinaan terhadap seseorang, agama, suku, ras, golongan, dan/atau peserta Pemilu yang lain, serta penghasutan dalam penyelenggaraan Pemilu 2019 karena merupakan ancaman besar bagi demokrasi dan kedaulatan rakyat.

Melawan intimidasi, ujaran kebencian dan berita bohong atau hoax karena mengurangi kualitas dan integritas penyelenggaraan Pemilu, mendorong peserta pemilu dan tim kampanye agar tidak melakukan politik uang dan penghinaan terhadap seseorang, agama, suku, ras, golongan, dan/atau peserta Pemilu yang lain, serta penghasutan dan adu domba dalam mempengaruhi pilihan pemilih.

Para peserta juga mengajak seluruh pemilih menggunakan momentum Pemilu 2019 untuk menjamin pelayanan hak pilih, menghormati keberagaman, mendewasakan politik kerakyatan dan membangun kontrak sosial antara pemilih dengan peserta pemilu, mendukung penyelenggara Pemilu melakukan pengawasan dan penindakan secara tegas terhadap pelanggaran politik uang, penghinaan terhadap seseorang, agama, suku, ras, golongan, dan/atau peserta Pemilu yang lain, serta penghasutan adu domba, sekaligus meningkatkan pengetahuan serta kesadaran masyarakat untuk melaporkan dugaan pelanggaran.

Tak hanya itu, mereka juga mendorong para jurnalis untuk adil, dan menjunjung etika jurnalistik dalam pemberitaan di media massa untuk melawan politik uang dan penghinaan terhadap seseorang, agama, suku, ras, golongan, dan/atau peserta Pemilu yang lain, serta penghasutan dan adu domba.

Sementara itu bagi penyelenggara Pemilu, para peserta juga meminta agar untuk melakukan sinergitas dengan stakeholder untuk melakukan sosialisasi dan kampanye bersih tanpa praktik politik uang dan penghinaan terhadap seseorang, agama, suku, ras, golongan, dan/atau peserta Pemilu yang lain, serta penghasutan dan adu domba.(*/kur)

Keterangan gambar: Deklarasi Politik Berintegritas oleh Kopri di Alun-alun Sidoarjo.(ist)

Related posts

Leave a Comment