Komisi B DPRD Jatim Ikut Awasi Pembangunan Pabrik Gula di Blitar

ADAKITANEWS, Blitar – Rombongan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Timur dari Komisi B, mendatangi Kantor Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Blitar, Jumat (23/02) siang. Kedatangan DPRD Jatim ini karena beberapa waktu lalu ada kelompok masyarakat yang ingin mengadakan audiensi terkait adanya pabrik gula di Kabupaten Blitar.

Anggota Komisi B DPRD Jatim, Suharti mengatakan, berdasarkan keinginan masyarakat tersebut, pihaknya berkunjung ke Kabupaten Blitar dalam rangka mencari dan mengumpulkan data agar yang akan disampaikan kepada masyarakat baik dan benar.

Hasil rapat dengan Dinas Pertanian dan Pangan, lanjut Suharti, untuk perizinan sudah ada 2 pabrik, yakni pabrik gula di Desa Rejoso Kecamatan Binangun yang dikelola oleh PT Rejoso Manis Indo (RMI), serta pabrik gula di Desa Kaulon Kecamatan Sutojayan yang dikelola oleh PT Olam.

“Untuk sementara, kita melihat regulasinya sudah terpenuhi karena sudah ada peraturan menteri tentang izin lokasi. Intinya dari keterangan Dinas tadi, untuk izin lokasi diberikan dulu. Kemudian setelah 3 tahun, baru akan dievaluasi,” kata Suharti usai rapat.

Menurut Suharti, izin untuk PT Olam dalam mengelola pabrik gula di Desa Kaulon Kecamatan Sutojayan sudah diterbitkan pada tahun 2017. Artinya kini sedang dalam proses sosialisasi kepada masyarakat. Namun demikian, pembebasan lahan masih proses, karena izinnya juga baru turun.

“Tentunya kalau menurut aturan, izin lokasi turun baru pembebasan lahan bisa dilakukan,” pungkasnya.

Suharti menambahkan, pihaknya sebenarnya mengkhawatirkan apakah keberadaan lahan yang ada di Kabupaten Blitar ini bisa mencukupi bahan bakunya untuk 2 pabrik tersebut. Oleh karena itu dalam rapat, sudah disampaikan bahwa menurut kajian dari Universitas Brawijaya, memang lahannya sudah tersedia.

“Meski sudah ada kajian yang jelas, kita tetap meminta untuk identifikasi perluasan lahan, supaya data bisa real tidak hanya data asal-asalan,” papar politisi PDI Perjuangan ini.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Blitat, Eko Priyo Utomo mengatakan, bahwa kedatangan DPRD Jatim berkaitan dengan pabrik gula dan potensi tebu yang ada di Blitar. Pihaknya sudah menjelaskan, bahwa sesuai kajian dari Universitas Brawijaya, di Kabupaten Blutar ini mampu didirikan 2 pabrik gula.

“Memang ada lahan yang berpotensi untuk ditanami tebu, sehingga dikeluarkan untuk 2 lokasi pabrik gula, yaitu di Rejoso dan Kaulon. Untuk pabrik Gula di Kaulon izin lokasi sudah kita berikan, jadi kita tinggal memantau progresnya,” jelas Eko.(fat/wir)

Keterangan gambar: Anggota Komisi B DPRD Jatim, Suharti.(foto : fathan)

Related posts

Leave a Comment