Khawatir Bahaya, Mas Dhito Minta Jembatan Ngadi Ditutup Saat Hujan Deras

ADAKITANEWS, Kediri – Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana melakukan evaluasi proses pembangunan Jembatan Ngadi yang menghubungkan Kabupaten Kediri dengan Kabupaten Tulungagung.

Mas Dhito memberi catatan terhadap keberadaan jembatan alternatif yang dibangun warga secara swadaya.

“Tadi sudah saya himbau kalau di daerah-daerah tertentu ada curah hujan yang cukup tinggi tolong jembatannya segera ditutup karena dikhawatirkan membahayakan bagi pengendara yang melintas,” kata Mas Dhito dalam kunjungannya ke Jembatan Ngadi, Jumat (03/06).

Jembatan alternatif yang terbuat dari bambu itu dibangun secara swadaya oleh warga di sekitar lokasi, baik dari warga Kediri maupun Tulungagung. Jembatan tersebut dibangun sebagai jalan alternatif untuk menyeberang yang paling dekat. Sebab, bila harus memutar melewati Kecamatan Ngadiluwih dinilai terlalu jauh.

Jembatan yang terbuat dari bambu itu ditopang tiang pancang bambu, kayu dan besi untuk penguat. Dikhawatirkan, bilamana terjadi hujan deras dan debit air naik, tiang pancang jembatan tidak kuat menahan beban.

“Aliran air sungainya ini yang saya takutkan bisa mengganggu kekuatan dari jembatan swadaya ini, jadi akan ditutup kalau hujan,” tandasnya.

Royani, salah satu penjaga jembatan darurat asal Desa Ngadi, Kecamatan Mojo mengungkapkan, ada sembilan orang yang berjaga secara bergantian selama 24 jam setiap harinya. Mengantisipasi terjadi kejadian yang tidak diinginkan, jarak pengendara motor yang melintas diatur untuk mencegah banyak beban tertumpu di atas jembatan.

“Kalau Sabtu-Minggu itu yang melintas cukup banyak. Tapi, setiap hari kita jaga, yang lewat kita atur jaraknya,” ucapnya.(*/kur)

Related posts

Leave a Comment