Kajari: TP4D Hindarkan Penyelewengan Proyek Sistem Tender

ADAKITANEWS, Sidoarjo – Setiap tender hingga penggunaan anggaran dalam suatu proyek pemerintahan diharapkan selalu ada pendampingan dari Tim Pengawal dan Pengamanan Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D). Hal itu bertujuan agar tidak ada penyelewengan atau penyalahgunaan anggaran terutama dalam proses sistem tender atau lelang.‎

Kepala Kejaksaan Negeri Sidoarjo, Budi Handaka menegaskan, TP4D dibentuk dengan tujuan agar seluruh program pembangunan yang dilakukan oleh pemerintah bisa benar-benar berhasil dan bermanfaat bagi masyarakat.

“TP4D ini untuk ‎mengawal, mengamankan dan mendukung keberhasilan jalannya pemerintahan dan pembangunan melalui upaya-upaya pencegahan atau preventif dan persuasif untuk bersama-sama melakukan monitoring dan evaluasi pekerjaan dan program pembangunan pemerintahan,” tutur Handaka di sela acara buka bersama dengan Bupati Sidoarjo, di kantor Kejari Sidoarjo, Rabu (30/05).‎

Dikatakan Handaka, setiap proses materi tentang perencanaan pelelangan hingga pelaksanaan suatu proyek, juga diharapkan ada pendampingan TP4D. Nantinya dalam prosesnya, panitia atau pihak pelaksana bisa mendapat penerangan hukum agar tidak terjadi penyelewengan. “Setiap langkah pada proses pelelangan hingga pelaksanaan proyek diharap bisa dikomunikasikan dengan TP4D untuk mencegah penyelewengan,” tutur pria asal Gunung Kidul, Yogyakarta itu.‎

Selain terhindar dari penyelewengan anggaran, lanjut Handaka, dalam pelaksanaannya TP4D juga dapat memberikan pendampingan hukum dalam setiap tahapan program pembangunan dari awal sampai akhir, yang berpotensi menghambat, menggagalkan dan menimbulkan kerugian bagi keuangan negara. “Mari kita t‎ingkatkan profesionalisme dalam penyelenggaraan. Apabila tidak demikian akan tergilas dan tertinggallah Sidoarjo ini,” katanya.

Adanya isu soal oknum yang bisa memberikan pemenangan kepada peserta tender atau lelang,‎ tambah Handaka, merupakan paradigma lama yang harus dihilangkan.‎ “Hal tersebut merupakan paradigma lama yang harus dihilangkan. Karena bagaimanapun dalam rencana anggaran sudah tertera yang sudah digedok melalui rapat beberapa instansi dan anggota legislatif,” terangnya.

Lebih jauh Budi Handaka menuturkan, agar seluruh pihak tidak takut terhadap TP4D. “Hal seperti i‎tu merupakan paradigma lama, harap dihilangkan. Karena jangan takut dengan adanya TP4D, semua akan berjalan dengan baik ‎yang seluruhnya bertujuan untuk mendampingi pelaksanaan pembangunan dan penyerapan anggaran yang optimal, b‎ersama-sama melakukan monitoring dan evaluasi pekerjaan dan program pembangunan,” harapnya.(sid3)

Keterangan gambar : Kajari Sidoarjo, Budi Handaka (beserban) bersama Bupati Sidoarjo, H Saiful Ilah beserta Wabub Sidoarjo H. Nur Achmad Syaifudin, saat acara Buka bersama(foto : andri santoso).

Related posts

Leave a Comment