Gua Pertapan, Menanti Campur Tangan Pemkab Tulungagung

ADAKITANEWS, Tulungagung – Meski telah ditemukan sejak 1 tahun yang lalu, keberadaan obyek wisata Gua Pertapan yang berada di Desa Sedayugunung Kecamatan Besuki Kabupaten Tulungagung, hingga kini belum dikelola secara optimal. 

Padahal akses menuju lokasi yang berada di bukit kapur ini tergolong sangat mudah, karena letaknya yang berada di jalur alternatif jurusan Tulungagung-Trenggalek. “Yang kami lakukan selama ini baru pendataan saja. Jadi belum sampai pada tingkat pengelolaan,” kata Siswoyo, Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Pesona Tanah Leluhur. 

Karena posisinya di perbatasan Kecamatan Watulimo, Trenggalek, yang berdekatan dengan Gua Lowo yang ada di balik bukit tersebut, dimungkinkan bahwa kedua gua tua ini saling terhubung. 

Sama halnya dengan Gua Lowo yang terdapat kelelawarnya, di Gua Pertapan ini pun juga banyak dihuni kelelawar liar. Obyek ini memiliki kontur berlapis dengan panjang sekitar 200 meter. 

Lokasi Gua Pertapan sendiri, berada sekitar 35 kilometer dari Kota Tulungagung menuju arah barat daya. Dan untuk menuju Desa Sedayugunung dimana Gua Pertapan berada, bisa ditempuh dengan kendaraan roda empat dalam waktu sekitar 45 menit.    

Pengunjung tidak perlu khawatir bingung jika berkunjung ke lokasi wisata baru ini. Untuk menjelajahi Gua Pertapan, Pokdarwis Pesona Tanah Leluhur yang anggotanya terdiri dari warga sekitar, siap mendampingi pengunjung. 

Namun untuk mencapai mulut gua, pengunjung harus menempuh perjalanan sekitar 50 meter melewati ladang milik warga yang kondisi jalannya menurun. “Obyek ini cocok bagi mereka yang senang berpetualang. Di dalam Gua juga ada saluran yang sebagian tertutup aliran sungai bawah tanah . Untuk mengaksesnya diharuskan menyelam dulu, namun kami belum pernah mencobanya,” tambahnya. 

Selain keindahan panorama dalam gua yang masih alami, yang sebagian besar batuan stalaktit dan stalagmit dalam gua sudah mati, pengunjung bisa menikmati telaga kecil yang berada persis di pintu keluar destinasi wisata yang masih perawan ini.    

“Untuk pengunjung,  belum kami berlakukan tiket masuk ataupun jasa parkir. Fokus kami saat ini adalah memperkenalkan objek wisata Gua Pertapan agar lebih dikenal sehingga diminati wisatawan,” katanya. 

Siswoyo berharap, pemerintah Kabupaten Tulungagung, terutama Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga memperhatikan pengembangan obyek wisata ini. Karena selama ini, dinas terkait belum pernah terlibat. 

“Saya optimis, jika obyek wisata ini dikelola dengan baik, termasuk pembangunan sarana dan prasarana, tidak kalah dengan Gua Lowo yang ada di Watulimo, Trenggalek,” pungkas Siswoyo.(ta1)

 

Keterangan gambar : Pengunjung Gua Pertapan.(foto : acta cahyono)

Related posts

Leave a Comment