Geger Penemuan Mayat di Sungai Depan SD

ADAKITANEWS, Sidoarjo – Warga Desa Sawocangkring Kecamatan Wonoayu Kabupaten Sidoarjo digegerkan dengan penemuan sesosok mayat yang tersangkut di bawah jembatan, berbaur dengan sampah di sungai depan SDN Sawocangkring, Rabu (28/02) pagi.

Saksi mata sekaligus yang menemukan mayat tersebut pertama kali yakni Ranu, 54, Suparman, 61, dan Mu’is, 28, yang merupakan Petugas Pengairan Sidoarjo dan saat itu sedang membersihkan sampah di lokasi, sekitar pukul 07.00 WIB.

Saat ditemukan, jenazah sudah dalam kondisi kaku memakai celana pendek warna coklat, kaos warna abu-abu dan menggunakan jam tangan dengan posisi tersangkut di lorong bawah jembatan, persis di depan SDN Sawocangkring.

Menurut Ranu, sebelumnya salah satu rekannya, Mu’is ketika sedang menarik-narik sampah yang menyangkut di bawah jembatan. Namun setelah ditarik dengan tangan, Mu’is dikagetkan dengan sebuah kaki manusia.

“Sambil berendam teman saya Mu’is lalu menarik dengan tangannya, terus kata dia kayak memegang kaki manusia, akhirnya diraba lagi dan ternyata benar itu adalah mayat,” ungkap Ranu, kepada Tim Adakitanews.com seusai evakuasi.‎

Anggota Polsek Wonoayu yang mengetahui penemuan tersebut langsung mendatangi lokasi dan melakukan evakuasi jenazah. Jenazah yang kemudian diketahui berjenis kelamin laki-laki tersebut, akhirnya berhasil dikeluarkan dari bawah jembatan dan langsung dibawa ke Rumah Sakit Pusdik Gasum Porong.

Kanit Reskrim Polsek Wonoayu, Iptu Sigit Tricahyono mengatakan, pasca dibawa ke rumah sakit, jenazah diketahui bernama Rudi Hartono, 42, warga Dusun Prumpon Desa Suruh Kecamatan Sukodono Sidoarjo. Identitas tersebut diketahui usai ada kerabat yang mendatangi rumah sakit dan mengenali ciri-ciri korban mulai dari baju, jam tangan, hingga cincin batu akik yang dipakainya.

“Menurut hasil identifikasi, jenazah diperkirakan meninggal sudah dua hari. Dia mengidap epilepsi. Dia statusnya juga tidak punya istri,” ungkap Iptu Sigit kepada Tim Adakitanews.com saat dihubungi melalui ponsel.

Iptu Sigit menambahkan, korban juga meninggalkan sepeda motor yang dipinggir sungai sekitar 100 meter dari lokasi kejadian. “Mungkin karena sakit epilepsinya itu, setelah terkena air terus penyakitnya kambuh dan almarhum tercebur ke sungai tidak ada yang menolong hingga akhirnya tenggelam,” tandasnya.(sid3)‎

Keterangan gambar : Petugas kepolisian dan petugas pengairan saat melakukan proses evakuasi jenazah.(foto: andri santoso)

Related posts

Leave a Comment