Ganti Rugi Pabrik Tiwul Instan di Ponggok Blitar Dianggarkan Rp 1,1 Miliar

ADAKITANEWS, Blitar – Akhir tahun ini dipastikan sudah tidak ada lagi pabrik tiwul instan di Jatilengger Ponggok Kabupaten Blitar yang dikelola oleh PT Cahaya Sejahtera Sentosa (PT CSS). Pasalnya, akhir tahun ini Pemkab Blitar resmi memberikan ganti rugi atas bangunan eks Pabrik Tiwul Instan, dimana lahan yang digunakan sebelumnya merupakan aset milik Pemkab Blitar.

Ganti rugi atas bangunan sebagai pengakhiran kerjasama Pemkab Blitar dengan PT CSS tersebut bahkan telah dianggarkan hingga mencapai Rp 1,1 miliar. “Karena di lahan tersebut masih ada peralatan dan juga bangunan milik PT CSS, maka harus di ganti rugi,” kata Suwito Saren Satoto, Ketua DPRD Kabupaten Blitar, Kamis (04/10).

Menurut Suwito, peralatan dan bangunan yang ada di lahan eks pabrik tiwul instan itu tidak bisa dibawa oleh PT CSS. Sehingga, permasalahan itu sempat membuat pengakhiran kerjasama dan pengalihan fungsi lahan terganjal.

“Tentu dengan dianggarkan ganti rugi itu, diharapkan bisa mempercepat proses pengalihan lahan,” pungkasnya.

Rencananya, lanjut Suwito, lahan eks pabrik tiwul instan akan dialih fungsi. Hanya saja untuk alih fungsi lahan bekas pabrik tiwul instan masih belum. Dan menurutnya, untuk tahun ini persoalan tersebut masih difokuskan untuk penganggaran ganti rugi.

“Yang jelas, akhir tahun ini bangunan dan seisinya yang ada di lahan tersebut sudah menjadi kewenangan Pemkab Blitar, seiring dengan berakhirnya kerjasama dengan PT CSS,” jelasnya.

Sebelumnya, ada beberapa alternatif pemanfaatan lahan eks pabrik tiwul instan, yakni bisa dijadikan tempat pusat perbelanjaan khas Blitar yang menjual produk olahan lokal atau produk-produk pertanian yang ada di Kabupaten Blitar. Kedua sebagai tempat atau pasar untuk menampung hasil produksi pertanian.

“Kabupaten Blitar memiliki banyak destinasi wisata. Jadi, tempat tersebut diharapkan bisa menjadi jujugan wisatawan untuk membeli makanan olahan atau produk pertanian khas Kabupaten Blitar,” ungkap Mujib, anggota Komisi II DPRD Kabupaten Blitar.

Untuk mengisi produk khas Kabupaten Blitar, baik makanan olahan, produk pertanian maupun kerajinan tangan, tidak terlalu sulit. Sebab, di Kabupaten Blitar sendiri banyak Industri Kecil dan Menengah (IKM) atau Usaha Kecil dan Menengah (UKM), serta produk pertanian khas, seperti rambutan, belimbing, coklat, durian dan lainnya.

“Banyak alternatif pilihan untuk mengganti fungsi bangunan eks pabrik tiwul,” imbuhnya.(fat/wir)

Keterangan gambar: Kondisi pabrik tiwol saat ini.(foto : fathan)

Related posts

Leave a Comment