DPRD Khawatir, Usulan Anggaran Stan Pujasera Rp 2,3 Miliar Tidak Terserap Hingga Akhir Tahun

ADAKITANEWS, Kota Blitar – Pengesahan Kebijakan Umum dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA PPAS) Perubahan APBD 2017 serta penyampaian nota keuangan tentang Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Perubahan APBD tahun 2017 telah dilakukan dalam rapat paripurna di gedung DPRD Kota Blitar, Jumat (22/09).

Ditemui pasca Paripurna, Juru Bicara Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kota Blitar, Nuhan Eko Wahyudi mengatakan, Banggar DPRD Kota Blitar mempersoalkan dana pembangunan stan pusat kuliner atau pujasera senilai Rp 2,3 miliar yang diusulkan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Blitar di perubahan APBD 2017.

Banggar ragu pembangunan stan pusat kuliner itu bisa selesai akhir tahun ini, mengingat Disperindag hanya punya waktu tiga bulan untuk mengerjakan. “Target pengesahan Perubahan APBD tahun 2017 diperkirakan awal Oktober ini. Berarti Disperindag hanya punya waktu tiga bulan untuk pembangunan. Itu yang kami pertanyakan, apakah mungkin pembangunan selesai dengan waktu itu,” kata Nuhan, Jumat (22/09).

Menurut Nuhan, sebenarnya Banggar merekomendasikan agar anggaran tersebut dialihkan untuk program lain. Tetapi, karena waktu pembahasan Perubahan APBD tahun 2017 sudah mepet, Banggar tetap memasukkan plafon anggaran itu di KUA PPAS Perubahan APBD 2017. Banggar hanya mengingatkan Disperindag agar dapat memastikan penggunaan anggaran itu bisa selesai tepat waktu.

“Penggunaan anggaran itu harus melalui lelang, itu juga butuh waktu. Pasti kan waktu pengerjaannya juga mepet. Itu yang harus diperhatikan oleh Disperindag. Jangan sampai seperti anggaran pengadaan sepeda siswa dulu. Terlanjur dianggarkan di Perubahan APBD ternyata tidak bisa terealisasi,” tandasnya.

Ditemui di tempat yang sama, Wakil Ketua DPRD Kota Blitar, Totok Sugiarto menambahkan, usulan anggaran pembangunan stan pusat kuliner memang menjadi perdebatan dalam pembahasan Perubahan APBD tahun 2017. Permasalahannya, anggaran yang diusulkan lumayan besar tetapi waktu pengerjaannya mepet. Dewan hanya khawatir penggunaan anggaran itu tidak bisa terealisasi hingga akhir tahun.

“Nanti dilihat dulu seperti apa penyampaian Disperindag sebelum Perubahan APBD disahkan. Kalau Disperindag bisa memastikan pembangunan bisa selesai akhir tahun tidak masalah. Tapi kalau tidak bisa kami usulkan agar anggarannya dialihkan ke program lain dulu,” kata Totok.

Sementara itu, Kepala Disperindag Kota Blitar, Ariyanto mengatakan, usulan anggaran itu untuk melanjutkan pembangunan pusat kuliner di lahan bekas kantor Dinas Lingkungan Hidup (DLH), tepatnya dijalan A Yani Kota Blitar. Untuk tahap awal, Disperindag sudah membangun gapura masuk di pusat kuliner itu. Rencananya, dinas akan melanjutkan pembangunan stan untuk pedagang di lokasi.

“Stannya berupa rangka besi. Rencananya kami pesan langsung di pabrik. Tidak pembangunan fisik seperti gedung. Kami memperkirakan pengerjaanya bisa selesai hingga akhir tahun,” kata Ariyanto.

Pusat kuliner itu, kata Ariyanto, rencananya untuk menampung para pedagang kaki lima (PKL). Pemkot Blitar berencana menertibkan sejumlah PKL di daerah-daerah larangan berjualan. Namun sebelum melakukan penertiban, Pemkot akan menyediakan tempat untuk menampung para PKL. “Termasuk ruko di Stadion Soeprijadi sisi selatan rencananya juga untuk menampung PKL,” ujarnya.(fat/wir)

Keterangan gambar: Lokasi pembangunan Stan Pujasera di eks DLH Kota Blitar.(foto : fathan)

Related posts

Leave a Comment