Dilaporkan Polisi, WOM Finance Berdalih Penarikan Unit Motor Sudah Sesuai Prosedur dan Kebijakan

ADAKITANEWS, Sidoarjo – Pasca dilaporkan ke pihak kepolisian dan diberitakan oleh beberapa media, salah satu perusahaan jasa pembiayaan, WOM Finance akhirnya memberikan klarifikasi.

Dalam pernyataannya yang dikirim melalui email tertanggal 23 April 2018 itu, Nova Murdhiana selaku Corporate Service & Communicalion Dept Head WOM Finance menyatakan bahwa pihaknya telah melaksanakan penarikan unit motor tersebut sesuai dengan prosedur dan kebijakan yang berlaku.

Nova menjelaskan, pelapor, ‎Imam Ma’ruf merupakan keponakan dari Tuki Alamin yang merupakan konsumen WOM Finance Cabang Jember dan mempunyai tanggungan biaya angsuran sepeda motor merek Honda Vario Techno 125 CBS dengan nopol P 3252 PJI.

Dijelaskan Nova bahwa sebelum penarikan unit dilakukan, Tuki diketahui sudah menunggak selama empat bulan angsuran. “Pada tanggal 10 Februari 2018, Tim Eksternal WOM Finance Cabang Sidoarjo melakukan eksekusi atas unit motor tersebut di daerah Bungurasih, Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo, Provinsi Jawa Timur,” katanya.

Dalam proses eksekusi tersebut, lanjutnya, pemakai unit juga telah bersikap kooperatif dalam menyerahkan sepeda motor dan menandatangani surat SP2KPK (Surat Pernyataan Pengambilan dan Kuasa Penjualan Kendaraan). “Selanjutnya tim eksternal mengarahkan konsumen untuk menyelesaikannya ke cabang asal di yaitu di Jember,” tambahnya.

Nova juga menegaskan bahwa selama penahanan unit, WOM Finance telah melakukan negosiasi kepada konsumen untuk melunasi kewajiban yang harus diselesaikan dengan memberikan masa tenggang waktu untuk pelunasan.

“WOM Finance telah melaksanakan penarikan unit motor tersebut sesuai dengan prosedur dan kebijakan yang berlaku. Sampai dengan sural ini ditayangkan, WOM Finance dan Konsumen masih dalam tahap bernegosiasi untuk mencari solusi yang terbaik,” katanya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Imam Ma’ruf, 33, warga Semambung Kecamatan Gedangan Kabupaten Sidoarjo, melaporkan pimpinan WOM Finance cabang Sidoarjo ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polresta Sidoarjo. Imam merasa kecewa lantaran meski telah melakukan pelunasan kredit motor atas nama orang tuanya, kendaraan tersebut belum bisa ia ambil.

Imam mengaku, motor tersebut kini tidak diketahui keberadaannya. Padahal menurutnya, tanggung jawab sebagai debitur yakni kewajiban pembayaran sudah ia lunasi dan diberi kuitansi resmi dari WOM Finance cabang Jember.

“Pelunasan pembayaran pada tanggal 22 Februari 2018 lalu di Kantor Cabang Jember,” kata Imam, Sabtu (10/02) lalu.(sid3/kur)

Keterangan gambar: Imam Ma’ruf saat menunjukkan Surat Tanda Bukti Lapor saat di SPKT Polresta Sidoarjo, Kamis (22/03).(dok. adakitanews)‎

Related posts

Leave a Comment