Digelontor Anggaran Miliaran Rupiah, Petani Tembakau di Blitar Dapat Pelatihan Tanam

ADAKITANEWS, Blitar – Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Blitar telah melakukan sejumlah kegiatan Sekolah Lapang Good Agricultural Practise (SLGAP) tembakau Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) tahun anggaran 2019.

Kasi Penyuluhan Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Blitar sekaligus Panitia Pelaksana, Anita Arif Rahayu mengatakan, untuk tahun anggaran 2019 ini pihaknya mendapat DBHCHT senilai Rp 1,6 miliar. Anggaran itu digunakan untuk lima sub kegiatan. Kegiatan utama, yakni penumbuhan dan penguatan kelembagaan yang dibagi lima kegiatan.

“Kalau tahun ini kita dapat Rp 1,6 miliar. Angka ini sama seperti tahun sebelumnya,” kata Anita, Jumat (03/05).

Anita juga menerangkan, dari lima sub kegiatan, untuk yang pertama dan kedua sudah dilakukan, yakni pembekalan teknik demfam yang dilakukan di LEC Garum dengan sasaran petani tembakau dari Desa Ploso Selopuro dan Desa Plimpungrejo Kademangan. Sedangkan kegiatan kedua adalah pelatihan penguatan kelembagaan petani tembakau yang juga dilakukan di LEC Garum dengan sasaran petani tembakau daerah Desa Dadaplangu Kecamatan Ponggok dan Desa Pandanarum Kecamatan Sutojayan.

“Yang ketiga SLGAP yang kita lakukan di empat lokasi, yakni Desa Kedawung Nglegok, Desa Suru Doko, Desa Tegalrejo Selopuro, serta Kelurahan Tangkil Wlingi,” paparnya.

Selanjutnya, kegiatan yang keempat, yakni pembuatan pupuk organik dan pestisida nabati dengan sasaran enam desa, rencananya akan dilakukan pada Juli 2019. Sedangkan kegiatan terlahir, yakni pelatihan penanganan panen dan pasca panen tembakau dengan sasaran 2 desa, rencananya akan dilakukan Agustus 2019.

“Jadi dari beberapa kegiatan, harapan kita yang utama dapat meningkatkan pendapatan petani tembakau. Selain itu, juga membantu akses pasar untuk tembakau,” imbuhnya.(fat/wir)

Keterangan gambar: Salah satu kegiatan pelatihan tanam tembakau.(foto : fathan)

Related posts

Leave a Comment